Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Mobil Januari-Juli Tumbuh 45,8 Persen, Lewati Pra Pandemi

Gaikindo mencatat ekspor pada 2021 sejumlah 166.100 unit CBU, sementara pada 2022 ada kenaikan ekspor sebanyak 76.101 CBU unit atau meningkat 45,8 persen yoy.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  16:16 WIB
Ekspor Mobil Januari-Juli Tumbuh 45,8 Persen, Lewati Pra Pandemi
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mencatat ekspor mobil sepanjang Januari hingga Juli 2022 berhasil tumbuh hingga 45,8 dari periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (yoy).

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyampaikan bahwa kinerja ekspor kendaraan bermotor pada periode tersebut mencapai 242.201 unit completely built up (CBU) serta 61.313 unit completely knock down (CKD), serta 76,4 juta komponen.

Sementara data Gaikindo mencatat ekspor pada Januari-Juli 2021 sejumlah 166.100 unit CBU. Artinya pada 2022 ada kenaikan ekspor sebanyak 76.101 CBU unit atau meningkat 45,8 persen yoy.

“Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya tercatat kenaikan angka ekspor CBU sebesar 45,8 persen,” ujarnya dalam pembukaan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (11/8/2022).

Adapun mobil dengan merek Daihatsu memimpin ekspor tertinggi sebanyak 81.827 unit atau naik 21,1 persen dari tahun sebelumnya dan menyumbang 33,8 persen dari total ekspor.

Toyota menempati urutan kedua dengan berhasil mengekspor sebanyak 76.506 unit. Hingga Juli 2022, Toyota berhasil mencatatkan kenaikan ekspor tertinggi dari merek lainnya, yakni hingga 116,7 persen yoy. Alhasil, Toyota menyumbang 31,6 persen dari total ekspor, padahal pada 2021 hanya menyumbang 21,3 persen.

Capaian perdagangan ekspor pada periode tersebut juga telah melampaui capaian 2019 atau pada saat sebelum pandemi Covid-19 hadir. Tercatat pada periode yang sama di 2019 ekspor mobil kategori CBU berada di angka 169.424 unit.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perkonomian Airlangga Hartato yang turut membuka pameran otomotif bertaraf internasional tersebut menyampaikan bahwa kinerja tersebut akan terus tumbuh dan memberikan dampak positif pada devisa negara.

Terbukti pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II/2022 mencapai 5,44 persen ini dibantu oleh sektor otomotif. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan pasar kendaraan bermotor.

"Di mana rasio kendaraaan kami itu 99 per 1.000 orang, jadi sektor ini masih bisa terus tumbuh," katanya.

Saat ini pemerintah masih terus melebarkan sayap untuk pasar ekspor khususnya Australia. Toyota menjadi jalan pembuka bagi pasar Australia yang telah berhasil mengeskpor Fortuner 4.000 CC sebanyak 26 unit di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top