Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produksi Tumbuh di Atas Wholesales, Pabrikan Utamakan Mobil Populer

Penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales tumbuh 20 persen pada semester I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan produksinya naik 28 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  02:25 WIB
Produksi Tumbuh di Atas Wholesales, Pabrikan Utamakan Mobil Populer
Robot pekerja tengah menyelesaikan proses produksi kendaraan bermotor. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa pelaku industri otomotif mengaku produksi mobil mulai meningkat di tengah masih terbatasnya semikonduktor

Pengamat otomotif Yuniadi Haksono Hartono mengatakan bahwa hal tersebut bisa dilihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales tumbuh 20 persen pada semester I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan produksinya naik 28 persen.

“Ini kelihatan produksi sedang dikejar. Mungkin untuk mengejar ketertinggalan di awal tahun,” katanya saat dihubungi, Senin (18/7/2022).

Dugaan sementara Adi, hal tersebut bisa terjadi karena produsen mengalihkan semikonduktor untuk mobil yang permintaannya lebih besar dan paling laku di pasaran.

Dia mencontohkan Honda BR-V akan menjadi prioritas dibandingkan model sedan. Itu pun terbukti dari penjualan mobil tersebut yang mulai tumbuh.

“Namun yang tidak kalah penting adalah mereka ingin menjaga kepercayaan konsumen. Nah, yang inden itu pasti harus didahulukan karena menyangkut kredibilitas merek terhadap kepuasan pelanggan,” jelasnya.

Sementara itu, Adi optimistis permintaan mobil pada sisa tahun 2022 akan meningkat. Dia sangat yakin apabila produksi lancar karena pasokan semikonduktor mengalir dan tidak ada inden, penjualan kendaraan lebih tinggi dari sekarang.

Hal tersebut dengan syarat Covid-19 tidak semakin parah. Yuniadi mengkhawatirkan konsumen membatalkan pemesanan karena roda ekonomi kembali dibatasi.

Apabila pemerintah masih dapat mengatasinya, optimisme bisa terjaga dan kelangkaan pasokan bisa diatasi. Dengan begitu, target penjualan mobil nasional sebesar 900.000 unit dapat tercapai.

“Saya yakin target bisa tercapai, sedangkan pada pertengahan tahun 2022 sudah terjual 470.000 sekian. Harusnya 900.000 unit atau lebih bisa tercapai,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semikonduktor mobil Produksi Mobil otomotif gaikindo
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top