Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Periode Juni, Penjualan Mobil Melesat tapi Dihantui Kelangkaan Cip Semikonduktor

Penjualan mobil secara wholesales pada Juni tumbuh 60,08 persen secara bulanan, tetapi kinerja tersebut mengalami tren melambat dibandingkan realisasi penjualan pada kuartal I/2022.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  18:47 WIB
Periode Juni, Penjualan Mobil Melesat tapi Dihantui Kelangkaan Cip Semikonduktor
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). - Antara Foto/Aprillio Akbar.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan mobil secara wholesales pada Juni tumbuh 60,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, kelangkaan semikonduktor masih menjadi momok pelaku industri.

Hal itu bisa dilihat dari penjualan Juni tidak seperti bulan Januari sampai April yang berada di atas 80.000 unit. Bulan lalu, serapan kendaraan sebanyak 79.168 unit.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan bahwa sebenarnya realisasi penjualan bulan lalu sudah menunjukkan pemulihan permintaan.

"Cuma ada beberapa hal yang berpengaruh. Salah satunya yang belum selesai dan bukan hanya masalah Indonesia tapi juga dunia adalah kelangkaan semikonduktor," katanya saat dihubungi, Rabu (13/7/2022).

Kukuh menjelaskan bahwa masalah tersebut sejatinya sangat mengganggu roda produksi. Beberapa tipe mobil yang diminati masyarakat harus terbatas pembuatannya karena tidak ada semikonduktor.

"Itu masalah global, bukan masalah Indonesia saja. Tapi itu berpengaruh pada total penjualan. Saya mau beli satu tipe tapi jadi tidak ada karena kendala mikrocip," jelasnya.

Sebenarnya masih ada faktor lain, seperti inflasi, menurunnya nilai tukar rupiah, hingga perang Rusia. Namun, menurut Kukuh, hal itu dampaknya tak langsung. Tidak seperti kelangkaan semikonduktor yang langsung menghambat produksi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales pada Juni sebanyak 79.168 unit. Realisasi tersebut naik 60,08 persen dari bulan sebelumnya sebesar 49.453 unit.

Meski tumbuh cukup signifikan, penjualan pada Juni tidak seperti bulan-bulan sebelumnya sepanjang 2022 yang terserap di atas 80.000 kendaraan.

Pada 4 bulan pertama tahun ini, secara berturut-turut penjualan wholesales yaitu Januari sebesar 84.061, Februari sebanyak 81.224, Maret sekitar 98.536, dan April sejumlah 82.879 unit.

Jika ditotal, penjualan mobil pada semester I/2022 sebanyak 475.321 unit. Realisasinya tumbuh 20,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 393.466 unit.

Pertumbuhan penjualan wholesales pada Juni sesuai dengan prediksi. Bulan sebelumnya, permintaan turun 24,57 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil penjualan mobil Mobil Baru otomotif industri otomotif Komponen Otomotif Pasar Otomotif
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top