Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Investasi Model ICE Dikorbankan Demi Pengembangan Mobil Listrik (EV), Konsumen Bakal Disodorkan Produk Basi?

Total investasi kolektif dari seluruh pabrikan otomotif untuk pengembangan mobil listrik diperkirakan mencapai US$526 miliar hingga 2026. Hasrat pabrikan itupun meninggalkan pengembangan mobil bermesin bakar internal (ICE), sehingga diperkirakan akan minim pengembangan ke depannya.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  08:50 WIB
Investasi Model ICE Dikorbankan Demi Pengembangan Mobil Listrik (EV), Konsumen Bakal Disodorkan Produk Basi?
Awann Sewu Boutique Hotel and Suite Semarang menyediakan charging station untuk mobil listrik. (Foto: Istimewa)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Konsultan AlixPartners mengungkap para produsen otomotif tengah gencar menggelontorkan dana untuk pengembangan mobil listrik (electric vehicle/EV), dan menyisakan sedikit dana bagi inovasi produk konvensional. Hal itu akan mengancam ketersediaan berbagai model ICE/Internal Combution Engine yang tak lagi menarik.

Dikutip Bloomberg, Senin (11/7/2022), total investasi kolektif dari seluruh pabrikan otomotif untuk pengembangan mobil listrik diperkirakan mencapai US$526 miliar hingga 2026. Nilai itu bahkan naik dua kali lipat dari total investasi dalam rentang waktu sama pada periode-periode sebelumnya.

Sebaliknya, para produsen itu tidak lagi menggandakan belanja modal untuk pengembangan model ICE atau konvensional. Karena itu, pengembangan mobil konvensional pun terancam mandek.

Di sisi lain, dengan gelontoran investasi yang sangat besar itu, para prousen baru siap dengan model EV secara masif pada periode sedekade ke depan. Misalnya, General Motors telah mengatakan bahwa mereka bercita-cita untuk menjadi serba listrik pada 2035, dan perusahaan lain mengatakan pada tahun 2040.

Dengan demikian, konsumen masih disajikan mobil ICE hingga satu hingga dua dekade ke depan oleh para pabrikan. Tragisnya, selama konsumen disajikan model ICE, beriringan dengan itu justru fokus pabrikan beralih pada EV, termasuk dorongan investasi bagi pengembangannya.

Alhasil, tulis AlixPartner, dalam dasawarsa selanjutnya dealer mobil akan terpaksa menjual model ICE yang tak lagi segar alias basi. Perusahaan konsultan itu menengarai, paling menonjol, produsen otomotif tidak atau sangat sedikit memperbarui teknologi penggerak/powertrain. Mesin dan transmisi akan menjadi sangat panjang, karena pembuat mobil sekarang dapat melihat titik di mana mereka akan menghapusnya sama sekali.

Perubahan pada powertrain akan dilakukan untuk alasan efisiensi dan untuk memenuhi aturan emisi yang lebih ketat, bukan untuk membuat mobil lebih cepat atau lebih halus.

Saat pembuat mobil menyaksikan penjualan model pembakaran mereka menurun, mereka lebih cenderung mengubah margin, daripada melalui omong kosong desain ulang yang lengkap.

Mark Wakefield, analis industri otomotif AlixPartners, mengatakan beberapa kendaraan bisa mendapatkan jenis penyegaran yang menelan biaya US$100 juta atau lebih. Semua model baru cenderung menelan biaya US$ 1 miliar atau lebih.

BofA Global Research baru-baru ini memperkirakan dalam laporan Car Wars menyebut bahwa pada 2026, pasar AS akan memiliki sekitar 135 model EV yang berbeda untuk dijual, saat bersamaan jumlah kendaraan pembakaran internal memilik volume sama banyak.

Jika pembuat mobil menghabiskan lebih sedikit untuk model tradisional mereka, mobil-mobil itu pada akhirnya bisa menjadi lebih banyak pilihan pemburu barang murah bagi konsumen yang tidak mampu membeli EV, atau tidak memiliki banyak akses ke infrastruktur pengisian daya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top