Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Baterai Mobil Listrik Foxconn, Menteri Bahlil Jamin Direalisasi Kuartal Akhir 2022

Nilai rencana investasi Foxconn sebesar US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun dan perkiraan penyerapan tenaga kerja lebih dari 10.000 orang. Investasi itu ditujukkan untuk ekosistem kendaraan listrik.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  15:15 WIB
Investasi Baterai Mobil Listrik Foxconn, Menteri Bahlil Jamin Direalisasi Kuartal Akhir 2022
Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk menandatangani komitmen kerja sama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia dengan nilai total investasi mencapai US8 miliar (setara Rp114 triliun). - Indika Energy
Bagikan

Bisnis.com, SURAKARTA — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) akan merealisasikan investasinya pada kuartal III/2022 atau paling lambat pada kuartal IV/2022.

“Kita rencanakan di kuartal III atau paling lambat kuartal IV di tahun ini,” katanya kepada wartawan, Rabu (6/7/2022).

Bahlil menjelaskan, nilai rencana investasi tersebut sekitar US$8 miliar dan diperkirakan akan menyerap tenaga kerja lebih dari 10.000 orang.

“Mereka akan masuk di mobil listrik, yang kedua mereka akan masuk ke motor listrik, ketiga baterai, keempat ICT, terakhir mereka juga ingin ikut [investasi] di IKN,” jelasnya.

Rencana investasi Foxconn tersebut berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan berbagai insentif yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia.

Sebagai informasi, KIT Batang menjadi salah satu lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia, di mana saat ini telah masuk investasi dari Hyundai dan LG asal Korea Selatan.

Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi asal Taiwan pada 2021 mencapai sebesar US$316,9 juta dengan total 458 proyek.

Sementara itu, pada kuartal I/2022, realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia tercatat sebesar US$37,5 juta dengan total 219 proyek.

Sebelumnya, pada bulan lalu, rombongan Foxconn menemuni Presiden Joko Widodo untuk membahas progres kerja sama dan investasi bersama Gogoro, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) di Indonesia dengan nilai investasi US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun. 

Pertemuan tersebut membahas tindaklanjut Nota Kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya terkait dengan rencana investasi Foxconn, Gogoro, IBC, dan Indika Energy. Adapun, nilai rencana investasi tersebut sebesar US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun dan perkiraan penyerapan tenaga kerja lebih dari 10.000 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top