Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kelangkaan Mikrocip Bikin Limbung BMW, Mercedes, dan Lexus. Inden Bisa Tembus 1 Tahun

Kelangkaan cip semikonduktor berimbas terhadap produksi dan distribusi mobil mewah. Para prinsipal premium seperti BMW, Mercedes Benz, dan Lexus tidak bisa memenuhi permintaan konsumen.
BMW M5 Competition. /BMW
BMW M5 Competition. /BMW

Bisnis.com, JAKARTA – Kelangkaan mikrocip atau semikonduktor perlahan berimbas terhadap penjualan mobil mewah. Bahkan, kelangkaan cip tersebut menghambat produksi juga distribusi mobil mewah yang dipasarkan di dalam negeri.

Head of Sales Operations and Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan bahwa waktu inden untuk mobil yang dikeluarkan perusahaannya bisa mencapai setengah tahun.

“Inden kami bervariasi antara dua sampai enam bulan tergantung model kendaraan yang dipesan,” katanya saat dihubungi, Jumat (10/6/2022).

Padahal, kata Kariyanto, permintaan dari konsumen tengah tumbuh sejak awal tahun. Akan tetapi, suplai semikonduktor yang terbatas membuat penjualan terhambat.

Hal itupun tampak dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan Mercy sepanjang 2022 hingga April turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal tersebut, tambah Kariyanto, bisa terjadi karena permintaan yang lebih tinggi. Namun sebaliknya, perusahaan tidak bisa menyanggupi akibat krisis mikrocip.

“Kebanyakan konsumen tetap membeli karena kelangkaan semikonduktor kan terjadi hampir di seluruh brand. Jadinya skema inden tidak hanya di kami saja,” jelasnya.

Hal lebih parah dialami BMW. Konsumen yang ingin membeli produk asal Jerman ini harus menunggu sampai satu tahun.

“Ada beberapa model seperti itu,” kata Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania saat ditemui di kesempatan yang berbeda.

Jodie menjelaskan bahwa yang paling berpengaruh adalah mobil diimpor langsung dalam keadaan lengkap atau completely built up/CBU. Sedangkan komponen impor tapi dirakit sendiri (completely knock down/CKD), tidak terlalu signifikan.

“Bukan cuma pemesanan. Tapi juga ada fitur-fitur juga yang terpaksa dihilangkan karena cip ini. Tapi untuk fitur itupun tidak esensial,” jelasnya.

Kendaraan premium merk lainnya, yakni Lexus juga terpaksa harus inden. Menurut Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, produk mewah asal Jepang itu memang harus inden, tetapi untuk tenggat waktu belum bisa dipastikan.

“Tergantung ya. Model by model bisa berbeda,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper