Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Volkswagen Bakal Bikin Mobil Otonom Level 4 Pakai Cip Qualcomm

VW akan menggunakan pperangkat keras bertajuk Snapdragon Ride(TM) dari perusahaan berkode emiten QCOM itu, yang notabene telah lama malang-melintang dan kerap tampil mencolok di halaman spesifikasi berbagai smartphone dan perangkat telekomunikasi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Mei 2022  |  05:36 WIB
Logo Qualcomm - Reuters
Logo Qualcomm - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha Grup Volkswagen di bidang pengembangan perangkat lunak otomotif, CARIAD resmi menggandeng Qualcomm Technologies, Inc. dalam pengembangan mobil otonom. 

CARIAD akan menggunakan platform perangkat keras bertajuk Snapdragon Ride™ dari perusahaan berkode emiten QCOM itu, yang notabene telah lama malang-melintang dan kerap tampil mencolok di halaman spesifikasi berbagai smartphone dan perangkat telekomunikasi. 

CEO CARIAD Dirk Hilgenberg mengungkap Qualcomm dipilih sebagai mitra pemasok system-on-chips (SoCs) dengan mempertimbangkan pengalamannya sebagai spesialis di industri semikonduktor berperforma tinggi. 

Selain itu, perangkat besutan Qualcomm dinilai cocok dan telah sesuai dengan karakteristik sistem besutannya dalam rangka membangun teknologi asisten berkendara dan kemudi otomatis produk-produk Volkswagen masa depan, yang bahkan akan ditarget sampai ke Level 4, alias telah masuk teknologi high-driving automation. 

"Kolaborasi antara sistem kami dengan SoC berperforma tinggi dari Qualcomm akan menjadi pasangan sempurna untuk menghadirkan pengalaman kemudi otomatis kepada para pelanggan kami di seluruh dunia," ujar Dirk dalam keterangan resmi, Selasa (3/5/2022). 

Klaus Hofmockel, Wakil Presiden Senior Pengembangan Perangkat KerasKeras CARIAD menambahkan lebih lanjut bahwa kemitraan dengan Qualcomm merupakan jawaban atas pencarian pihaknya akan keseimbangan terbaik antara skalabilitas, biaya, dan kinerja. 

"Perangkat keras Qualcomm begitu terukur buat kami. Terutama karena mampu mencapai performa yang kami butuhkan, namun tetap mampu mencapai kombinasi antara efisiensi kebutuhan energi dengan efektivitas biaya," ungkapnya. 

Menurutnya, kemitraan dengan Qualcomm akan menjadi pintu gerbang memperkuat kompetensi Grup Volkswagen dalam kompetisi pengembangan mobil otonom. 

Sebab, software dan hardware harus benar-benar cocok dan terus dibangun bersama-sama, demi mencapai kesempurnaan. Tepatnya, yaitu soal kinerja terbaik, sekaligus efisiensi jangka panjang dalam sistem kendaraan, terutama untuk fungsi kompleks seperti fitur kemudi otomatis Level 4.

Terlebih, bos Grup Volkswagen Herbert Diess sendiri bukan hanya memiliki ambisi meluncurkan kendaraan serba otomatis, namun juga berkelanjutan. Mulai dari produksi baterai sendiri, menjamah layanan energi kendaraan listrik, sampai mengusung adanya sistem dalam kendaraan yang bisa terus diperbarui.

Inilah tujuan dibangunnya CARIAD yang memiliki lebih dari 5.000 pengembang dan engineer di seluruh dunia, demi pengembangan produk otomotif masa depan Volkswagen yang menyeluruh. Mulai dari platform entertainment, infrastruktur kendaraan berbasis listrik, fitur kemudi otonom, sampai ekosistem cloud dan layanan digital langsung dari dalam kendaraan. 

Nakul Duggal, Senior Vice president & GM Bidang Otomotif Qualcomm meyakini bahwa kolaborasi dengan Grup Volkswagen akan membawa pengembangan mobil otonom ke level yang lebih tinggi, semakin terukur, dan aman. 

"Seiring dengan meningkatnya jumlah inovasi dan kompleksitas fitur kemudi otomatis, kolaborasi yang kuat seperti kami dengan CARIAD merupakan keniscayaan. Bukan hanya untuk berlomba mengatasi tantangan time-to-market, tetapi juga untuk mampu menuju pengalaman kemudi otonom yang aman dan andal bagi semua orang," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

volkswagen chip qualcomm
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top