Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi dan Distribusi Lexus Terganggu, karena Semikonduktor Langka?

Walau penjualan selama tahun lalu sempat terdongkrak seiring penerapan tarif pajak berdasarkan emisi karbon, memasuki tahun ini Lexus harus berjuang meningkatkan stok produksi.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  09:43 WIB
Lexus LM 350.  - Lexus
Lexus LM 350. - Lexus

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen mobil mewah dari Jepang, Lexus mencatatkan penjualan mobil pada awal tahun menurun dibandingkan periode sebelumnya, hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan produksi.

General Manager Lexus PT TAM Bansar Maduma mengatakan adanya antusiasme terhadap produk Lexus sejak akhir tahun 2021, hal ini dikarenakan adanya kebijakan PPnBM yang berorientasi kepada mobil berteknologi ramah lingkungan. Lexus mempunyai koleksi mobil berteknologi tersebut seperti  teknologi self-charging Hybrid Electric Vehicle yang dimiliki Lexus ES & Lexus LS.

“Peningkatan demand ini terus berlangsung sampai  awal 2022. Namun, dikarenakan masih terbatasnya produksi, pada bulan Januari 2022, demand yang sangat positif tersebut tidak bisa diserap secara maksimal,” ujar Bansar kepada Bisnis pada Kamis (17/2/2022).

Sayangnya, Lexus belum menjelaskan lebih jauh terkait kendala produksi tersebut. Sebelumnya, pabrikan Eropa, Mercedes-Benz mengakui minimnya penjualan pada Januari tahu ini merupakan dampak dari kelangkaan semikonduktor di pasar global. Kelangkaan itupun mulai dirasakan pabrikan otomotif di Indonesia. 

Penjualan roda empat pada periode Januari 2022 secara retail sales mencapai 78.568 unit, tumbuh 45,5 persen dibandingkan 53.997 unit pada periode sama tahun lalu.

Namun peningkatan ini tidak terlihat di segmen mobil premium atau mobil mahal. Merek mobil premium pada daftar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mengalami penurunan penjualan retail. BMW menjadi satu satunya mobil mewah yang mengalami pertumbuhan 13 persen (YoY) dibandingkan tahun lalu.

Selama Januari 2022, BMW menjual mobil sebanyak 190 unit, sedangkan pada periode sama tahun lalu sebesar 168 unit. Produsen asal Jerman lainnya, Mercedes Benz tidak seberuntung BMW.

Penjualan retail Mercedes-Benz pada Januari turun 34 persen yoy dibandingkan tahun lalu menjadi 126 unit, di mana pada Januari 2021 Mercedes- Benz menjual 192 unit. Adapun penjualan yang paling menukik terjadi pada produsen mobil mewah asal Jepang, Lexus.

Pada Januari 2021 Lexus mencatatkan penjualan mobil sebanyak 28 unit, sedangkan pada periode sama awal tahun ini, merk premium Jepang itu hanya dapat menjual 2 unit. M

Begitupun MINI yang berada di bawah naungan BMW Group.  MINI mengalami penurunan penjualan 90 persen dengan hanya   menjual 4 unit, sedangkan pada Januari 2021 MINI menjual 40 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil Mercedes Benz semikonduktor
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top