Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Sampai Telat Ganti Oli Motor, Ini Efeknya

Akibat pertama akibat telat ganti oli motor yang cukup berbahaya bagi mesin adalah blok silinder dan seher atau piston menjadi baret. Oli yang sudah lama tidak diganti, bukan hanya berkualitas buruk namun volumenya juga menurun.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  15:49 WIB
Ilustrasi-Pengendara sepeda motor. - Antara\\r\\n\\r\\n
Ilustrasi-Pengendara sepeda motor. - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Oli pada motor mempunyai peran penting sebagai pelumas yang bekerja untuk menjaga mesin. Oli akan melumasi mesin supaya gesekan yang terjadi antar komponen berjalan lancar, sehingga oli harus selalu diganti secara berkala untuk menjaga kualitas mesin motor.

Dilansir dari Suzuki, oli juga akan bekerja menyerap panas dari gesekan antara mesin tersebut. Setelah digunakan, kualitas oli untuk melumasi pun menurun yang disebabkan oleh gram pada mesin. 

Apa saja akibat telat ganti oli motor yang bisa diwaspadai sejak awal adalah sebagai berikut. 

1. Keluar Asap Putih dari Knalpot

Akibat pertama yang cukup berbahaya bagi mesin adalah blok silinder dan seher atau piston menjadi baret. Oli yang sudah lama tidak diganti, bukan hanya berkualitas buruk namun volumenya juga menurun. 

Asupan oli mesin yang kurang ini akan meningkatkan gesekan yang terjadi antara piston dengan blok silinder. Akibatnya baret-baret pun akan muncul dan efeknya adalah muncul asap putih pada knalpot. 

Asap putih ini disebabkan oleh masuknya oli pada bagian celah piston dan blok silinder yang baret. Bisa dikatakan kebocoran sedang terjadi dan hanya bisa diatasi dengan mengganti komponen mesin. 

2. Mesin Motor akan Cepat Panas

Tidak hanya sistem pendinginan pada motor saja yang bekerja untuk menyerap panas dari ruang bakar. Oli juga berperan cukup besar dalam menyerap panas yang muncul karena gesekan mesin. 

Overheating pada motor bisa terjadi ketika kamu sering menunda mengganti oli. Kerusakan karena panas ini akan mempengaruhi komponen kepala silinder menjadi melengkung. 

Kepala silinder yang melengkung tidak bisa diperbaiki selain harus diganti. Teman Bisnis pun harus bersiap mengeluarkan banyak biaya untuk menggantinya.  

 3. Penggunaan BBM yang Semakin Boros 

Akibat telat ganti oli motor selanjutnya adalah konsumsi bahan bakar yang semakin meningkat. Kerugian ini tentu akan membuat kantong kamu semakin jebol karena konsumsi BBM di atas normal. 

Walaupun BBM yang digunakan sudah terlalu banyak, namun tidak diimbangi dengan performa kendaraan. Laju kendaraan tidak akan cepat sesuai dengan BBM yang digunakan. 

4. Biaya Perawatan Jauh Lebih Mahal 

Ada begitu banyak komponen yang harus diganti dimulai dari kepala silinder yang sudah melengkung. Selain itu komponen seher dan blok silinder juga akan baret karena jumlah oli dan kualitasnya menurun. 

Kepala silinder adalah komponen yang pertama kali terkena imbas ketika kualitas oli buruk. Kemudian merembet ke bagian noken as dan juga pelatuk. Bayangkan saja berapa biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengganti komponen tersebut? 

Meskipun hanya diperbaiki, efeknya hanya sesaat.  Teman Bisnis pun harus bersiap bolak balik ke bengkel untuk melakukan perbaikan. 

5. Komponen Memiliki Usia Pendek 

Kerusakan komponen tersebut akan terjadi lebih cepat dibandingkan motor yang rutin ganti oli. Padahal komponen tersebut seharusnya bisa digunakan sampai belasan hingga puluhan tahun. 

Kamu harus bersiap dengan akibat telat ganti oli motor ini dalam hitungan beberapa tahun saja. Otomatis waktu kamu untuk bisa berkendara dengan nyaman juga akan berkurang. 

Mau tidak mau Teman Bisnis harus menyiapkan dana untuk mengganti komponen atau justru menggantinya dengan motor baru. 

6. Motor Tidak Nyaman Dikendarai 

Selain usia komponen yang semakin pendek, motor pun tidak akan nyaman digunakan. Teman Bisnis yang harus menggunakan motor setiap hari mungkin akan mendengar suara mengganggu dari arah mesin. Misalnya saja motor tidak memiliki tenaga ketika Teman Bisnis harus melintasi jalanan menanjak. 

Motor juga bisa mogok atau mati kapan saja, padahal kamu sedang dalam perjalanan ke kantor atau acara penting lainnya. Semua aktivitas Teman Bidnid  akan terganggu karena alat transportasi kesayangan mulai rewel. 

Jika Teman Bisnis ingin usia motor jauh lebih lama, maka gantilah oli dengan rutin. Penggantian oli motor ini hanya perlu dilakukan setiap 1.500 hingga 4.000 km atau sebulan sampai dua bulan sekali. Batas toleransi yang bisa diikuti hanyalah 500 sampai 1.000 km. 

Jika Teman Bisnis membiarkan oli yang buruk tetap digunakan, maka semua masalah di atas akan muncul. Berikut tanda tanda oli harus diganti.

  • Suara Mesin Menjadi Kasar 
  • Warna Oli Menjadi Hitam
  • Mesin Cepat Panas

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor tips otomotif
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top