Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tips Otomotif : Simak 10 Cara Ini Sebelum Membeli Motor Bekas

Meski tidak semahal motor baru, uang yang digelontorkan untuk membeli motor bekas tetaplah besar sehingga diperlukan ketelitian untuk memilih motor.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 14 Juni 2021  |  11:06 WIB
Tips Otomotif : Simak 10 Cara Ini Sebelum Membeli Motor Bekas
/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Membeli motor bekas membutuhkan ketelitian. Konsumen juga tidak boleh terburu-buru karena diperlukan kesabaran dalam memilih kendaraan yang tepar.

Meski tidak semahal motor baru, uang yang digelontorkan untuk membeli motor bekas tetaplah besar. Jadi, jangan sampai kecewa lantaran tidak memilih motor secara teliti.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, Senin (14/6/2021), ada beberapa tips membeli motor bekas yang akan membantu anda menemukan motor idaman. Berikut rinciannya:

1. Tentukan Motor Apa yang Ingin Dibeli

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah mencari tahu jenis motor apa yang ingin dimiliki. Tanpa menentukan motor apa yang ingin dibeli, anda akan merasa kesulitan memilih ketika datang ke penjual motor bekas yang menawarkan banyak pilihan.

Untuk tahu apa motor yang cocok bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, jika anda ingin menggunakannya untuk perjalanan jarak jauh setiap hari, membeli motor dengan cc besar bisa jadi pilihannya.

Namun, jika ingin menggunakan motor untuk area perkotaan, motor matik dengan cc kecil bisa dipertimbangkan. Perlu juga mencocokkan motor dengan biaya yang dimiliki saat ini.

2. Kenali Harga Pasaran Motor Saat Ini

Penting sekali untuk tahu harga pasaran motor baru dan bekas saat ini agar tidak tertipu oleh pedagang yang curang. Jika harga motor bekas yang ditawarkan tidak terlalu jauh dengan harga barunya tentu anda akan rugi. Mengetahui harga juga menghindari anda agar tidak tergiur dengan tawaran motor harga murah.

Apalagi setiap tipe motor harganya akan berbeda beserta kondisinya. Oleh sebab itu, ketahui harga pasaran motor dari kerabat, sosial media atau media lainnya.

3. Jangan Terrburu-buru Membayar

Hindari memberikan uang muka dengan iklan penjualan yang dilihat tanpa mengecek motor terlebih dahulu. Jangan hanya karena motor yang diidam-idamkan dijual dengan harga murah atau bisa dibayar dengan dicicil.

Alasan apapun yang ditawarkan oleh penjual seperti agar motor tidak dibeli orang lain sebaiknya jangan terlalu dihiraukan. Apalagi jika anda membeli secara online dan diharuskan transfer untuk uang muka.

4. Memilih Penjual Motor yang Jujur

Selain tidak terburu-buru, tips membeli motor bekas lainnya adalah harus selektif saat memilih penjual. Anda perlu mencari tahu di manakah penjual yang terpercaya dan jujur. Saat ini ada banyak sekali penjual yang tujuannya adalah menipu konsumennya.

Ada banyak cara penipuan seperti menjual dengan harga mahal padahal kondisi motor tidak bagus. Maka dari itu Anda bisa mencari motor di tempat kenalan atau penjual yang dipercaya oleh teman berpengalaman.

5. Tak Lupa Memeriksa Surat Kendaraan

Pada saat mengecek kondisi motor, ada beberapa hal yang harus diketahui. Pertama adalah soal surat-surat kendaraan. Berkas yang dicek adalah STNK dan juga BPKB harus sesuai dengan plat motor dan nama pemilik.

Melalui BPKB Anda akan tahu apakah kendaraan sudah sering diperjualbelikan atau baru di tangan pertama. Mengetahui surat ini bertujuan agar tidak membeli motor curian.

6. Mencocokan Nomor Rangka dan Mesin

Tips membeli motor bekas selanjutnya adalah mengecek nomor mesin dan rangka pada motor. Pencocokan harus dilakukan dengan surat-suratnya. Nomor yang tertera pada rangka dan mesin harus sama dengan yang tertulis pada surat kendaraan.

Bagian ini seringkali terlewatkan tetapi bisa berakibat sangat fatal. Apabila nomor tidak cocok pada surat sebaiknya jangan dibeli karena mungkin kendaraan tersebut hasil curian

7. Mengecek Keadaan Bodi Motor

Apabila surat dan nomor sudah sesuai maka bisa dilanjutkan pengecekan pada kondisi fisik motor. Untuk pengecekan ini tentu lebih mudah karena sangat terlihat dengan jelas.

Kondisi yang bagus tentu saja bebas goresan, penyok, atau retak yang menjadi tanda kendaraan pernah jatuh atau bertabrakan. Tanyakan apakah semua suku cadang yang digunakan masih asli dan tidak ada perubahan.

Lebih baik untuk mengajak kerabat yang paham betul dengan motor sehingga mereka bisa mengenali kejujuran dari jawaban penjual dari kondisi motor.

8. Mengecek Kondisi Oli

Tips membeli motor bekas selanjutnya adalah mengetahui kondisi oli dari kendaraan. Cek apakah jumlah oli berlebihan atau tidak. Oli yang kondisinya masih bagus akan bekerja baik dalam meredam suara mesin. Jadi akan lebih baik untuk menyalakan kendaraan.

Selain itu, cek kapasitas oli dari pengukur batas maksimal yang biasanya terdapat pada penutup oli. Langkah ini penting agar tahu bahwa kendaraan masih menggunakan oli yang bagus.

9. Menyalakan Mesin

Apabila kedua hal di atas sudah berjalan dengan baik, Anda bisa menghidupkan kendaraan. Tidak perlu menambah gas melainkan membiarkan agar motor menyala. Dengan begitu akan terdengar apakah suara mesin masih halus.

Selain itu biasanya mesin yang dinyalakan tanpa digas dengan putaran mesin di bawah 1500 rpm akan tampak bermasalah atau tidak. Jika tiba-tiba mati artinya ada beberapa masalah pada mesinnya.

10. Mengecek Fungsi Speedometer

Speedometer tak luput dari pengecekan dan menjadi tips membeli motor bekas yang tak boleh dilewatkan. Saat dijalankan ia harus bisa bekerja dengan baik karena fungsinya sangat penting untuk motor.

Selain itu indikator seperti bahan bakar, lampu dan penghitung jarang juga harus berfungsi. Pastikan panelnya tidak ada yang bermasalah atau mati. Konsumen bisa langsung mengeceknya dengan mengendarai kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips otomotif Sepeda Motor Bekas
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top