Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Motor Royal Enfield Dimodifikasi Pakai 3D Printing, Kok Bisa?

Proyek ini berawal dari inisiatif Den Dimas memodifikasi beberapa bagian dari Royal Enfield Himalayan tahun 2019 miliknya, tetapi tidak ingin ada pemotongan rangka.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 19 April 2021  |  14:52 WIB
Royal Enfield Himalayan custom hasil modifikasi Thrive Motorcycles bersama Den Dimas.  - Royal Enfield Indonesia
Royal Enfield Himalayan custom hasil modifikasi Thrive Motorcycles bersama Den Dimas. - Royal Enfield Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Thrive Motorcycles bersama Den Dimas berkolaborasi memodifikasi Royal Enfield Himalayan. Kustomisasi motor ini menjadi menarik karena menggunakan teknik 3D-printing, sebuah inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi para custom builder. 

Adapun proyek ini berawal dari inisiatif Den Dimas memodifikasi beberapa bagian dari Royal Enfield Himalayan tahun 2019 miliknya, tetapi tidak ingin ada pemotongan rangka.

Thrive mengusulkan idemenggunakan elemen yang dicetak menggunakan 3D-printer sebagai cetakan utama, sehingga tidak perlu membentuk dan membengkokkan lembaran logam. Den Dimas setuju dengan ide duplikasi, di mana cetakan ini dapat dibuat berkali-kali untuk pengendara lain yang menginginkan penampilan motor berbeda - tanpa usaha atau waktu lama.

“Dalam proses modifikasi, kami melepas panel samping asli dan spakbor belakang untuk melihat dengan jelas anatomi kerangka asli dan memindainya ke kanvas digital. Kami lalu memasukkan sentuhan desain Dakkar Rally untuk sepeda motor Den Dimas. Setelah itu, kami mencetak panel depan baru dan menggabungkan panel bodi samping dengan spakbor belakang sebagai satu kesatuan,” ujar Barata Dwiputra (Design & Fabrication), Co-founder Thrive Motorcycle, mengutip keterangan resmi, Senin (19/4/2021).

Setelah hasil cetakan 3D dirasa sudah memenuhi harapan, Thrive Motorcycles menambahkan fiber glass ke seluruh cetakan untuk bodi Royal Enfield Himalayan yang baru.

Selain itu, Thrive juga menambahkan motor Den Dimas dengan elemen lain, seperti lampu sein THRV terbaru, Footpegs THRV Odipus Mk 2, Stang Aluminium THRV Scrambler 7/8, Knalpot Stainless Kustom THRV, Sistem Kunci Kursi Cetak 3D, Brace Headlight 3D Printed, Tail tidy, Undertail Cover, dan Passenger Footstep Cover.


Dashboard Royal Enfield Himalayan custom Thrive Motorcycles-Den Dimas. /Royal Enfield Indonesia

“Saya belum pernah melakukan kustomisasi menggunakan sepeda motor yang memiliki akar British dan jiwa India. Himalayan adalah kanvas yang sempurna untuk proyek ini karena sepeda motor ini punya jiwa petualang yang kuat, sangat tangguh untuk semua medan, namun tetap memiliki sentuhan klasik ikonik yang tidak dimiliki sepeda motor adventure lain,” kata Den Dimas. 

Tema besar yang dibawa Thrive dalam sepeda motor custom ini terinspirasi oleh Porsche 911 RS, mobil edisi khusus yang dirancang oleh Porsche untuk Rothmans Rally Team untuk berlomba di musim 1984.

Skema warnanya sungguh menarik perhatian, dan Thrive mengaplikasikan kombinasi warna tersebut pada motor Den Dimas untuk meningkatkan atmosfer Rally. Nama custom-build ini, GT14 “Gemini T14”, juga memiliki tujuan yang sama dengan skema warna, artinya sepeda motor ini dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan dan mudah bergaul dengan orang baru.

Sebelum ini, Thrive Motorcycles bekerja sama dengan Royal Enfield Indonesia untuk memodifikasi Bullet 350 yang dirancang dengan tampilan factory scrambler dan dijuluki sebagai T 016 Moltar. Selain itu, melanjutkan hubungan mereka dengan Royal Enfield UK, Thrive juga memodifikasi Royal Enfield Interceptor 650 dengan sentuhan unik ala Thrive dan dinamai TXX pada tahun 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor Royal Enfield
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top