Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Michelin : Pengemudi Mobil Abai Mengecek Ban

Michelin Indonesia mengungkap fakta bahwa pengendara mobil cenderung abai dalam memeriksa kondisi tekanan angin serta kebiasaan mereka ketika mengganti ban kendaraan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  16:18 WIB
Michelin. Setelah melewati masa 10 tahun setelah tanggal produksi, ban sebaiknya diganti meskipun bagian luar ban tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Hal yang sama juga berlaku untuk ban cadangan.  - Reuters/Alessandro Bianchi
Michelin. Setelah melewati masa 10 tahun setelah tanggal produksi, ban sebaiknya diganti meskipun bagian luar ban tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Hal yang sama juga berlaku untuk ban cadangan. - Reuters/Alessandro Bianchi

Bisnis.com, JAKARTA – Michelin Indonesia mengungkap fakta bahwa pengendara mobil cenderung abai dalam memeriksa kondisi tekanan angin serta kebiasaan mereka ketika mengganti ban kendaraan.

Hasilnya, 64 persen dari pengendara mobil yang mengikuti survei mengecek tekanan angin ban setidaknya tiap satu bulan sekali. Adapun, 15 persen pengendara lainnya melakukan pengecekan setelah lebih dari jangka satu bulan.

Sementara itu, sebanyak 21 persen pengendara mengakui hanya mengecek tekanan angin sesekali apabila ban mulai kempis, terasa tidak nyaman, atau saat akan melakukan perjalanan jauh.

Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette mengatakan bahwa memeriksa tekanan angin wajib dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan selama berkendara.

“Jangka waktu ideal untuk memeriksa tekanan angin pada ban adalah dua pekan sekali atau selambat-lambatnya satu bulan sekali, tetapi jangan sampai lebih dari satu bulan tidak mengecek tekanan angin pada ban,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebihan dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi daya cengkeram, dan menjadikan lebih boros bahan bakar.

Informasi tentang perilaku berkendara ini diperoleh melalui survei yang diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye Michelin Safe Mobility 2020 pada Desember.

Survei dilakukan seiring dengan kegiatan layanan cek ban gratis di toko rekanan Michelin yaitu Lautan Ban, Permaisuri Ban, dan 1 Station by B-Quik. Lebih dari 250 pengendara mobil berpartisipasi dalam layanan cek ban dan survei perilaku berkendara.

Lebih dari 77 persen persen pengendara yang mengikuti survei mengetahui nilai tekanan angin yang tepat untuk kendaraan mereka yaitu pada rentang 28-33 psi (pound per inci persegi).

Nilai tekanan angin ideal ini dapat dilihat pada petunjuk kendaraan yang biasanya terletak di sisi kanan pintu kemudi. Namun, kenyataannya banyak dari ban kendaraan yang diperiksa memiliki tekanan angin yang tidak sesuai dengan nilai yang disarankan.

“Secara umum pengendara memiliki pengetahuan yang baik tentang tekanan angin yang ideal, namun masih jarang memeriksa tekanan angin secara rutin,” kata Steven.

Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi menyarankan pengendara untuk meluangkan waktu beberapa menit setiap bulan untuk memastikan kondisi ban.

Dia menilai meskipun tidak ada kerusakan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi setiap bulan. “Hal ini dapat dipercepat oleh kebocoran udara dikarenakan kebocoran yang tidak disengaja, kebocoran pada katup atau tutup katup, atau kerusakan roda,” tutur Rozi.

Selain mengecek tekanan angin secara berkala, yang perlu untuk diperiksa oleh pengendara secara berkala adalah kedalaman tapak ban. Hal ini penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti ban.

Waktu Ideal Ganti Ban

Temuan survei Michelin Indonesia menunjukkan bahwa 75 persen pengendara mengganti ban kendaraan mereka apabila mereka telah melihat adanya keausan pada ban atau saat ban telah mengalami kerusakan.

Rata-rata pengendara yang disurvei menyatakan mengganti ban dilakukan setiap 2-4 tahun sekali. Sebagian besar pengendara juga menyatakan puas dengan performa ban kendaraan yang dipakai.

Rozi mengatakan umur pakai dan jarak tempuh sebuah ban tergantung dari kombinasi beberapa faktor seperti desain, kebiasaan berkendara, cuaca, kondisi jalan dan perawatan yang dilakukan terhadap ban tersebut.

“Tidak banyak pengendara yang tahu bahwa batas kedalaman tapak ban yang aman adalah 1.6 milimeter. Jika kurang dari ini maka sudah waktunya mengganti ban,” ujarnya.

Khusus untuk ban merek Michelin, Rozi menjelaskan, setelah penggunaan lima tahun ban harus diperiksa secara menyeluruh minimal setiap tahun sekali oleh teknisi yang berpengalaman.

Setelah melewati masa 10 tahun setelah tanggal produksi, ban sebaiknya diganti meskipun bagian luar ban tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Hal yang sama juga berlaku untuk ban cadangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

michelin Ban Mobil Tip Merawat Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top