Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jika Relaksasi Pajak Mobil Ditolak, Gaikindo : Produksi Bisa Tutup dan PHK

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyebutkan akan ada sejumlah dampak yang hinggap di industri otomotif, jika relaksasi pajak mobil baru tidak diberikan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  13:43 WIB
Sepanjang kuartal pertama 2020, produksi kendaraan di pabrik Hino di Karawang, Jawa Barat, turun 19% menjadi hanya 8.387 unit. Adapun penjualan ritel anjlok 43% menjadi hanya 4.637 unit. HINO
Sepanjang kuartal pertama 2020, produksi kendaraan di pabrik Hino di Karawang, Jawa Barat, turun 19% menjadi hanya 8.387 unit. Adapun penjualan ritel anjlok 43% menjadi hanya 4.637 unit. HINO

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyebutkan akan ada sejumlah dampak yang hinggap di industri otomotif, jika relaksasi pajak mobil baru tidak diberikan.

Nangoi mengatakan bahwa asosiasi terus mencoba bernegosiasi agar relaksasi dalam bentuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dapat diberikan. Tujuannya, membangkitkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan karena penjualan masih jauh dari normal.

“Ini sangat kami hindari, sebab jika berlarut-larut maka kemungkinan besar kami harus melakukan pengurangan karyawan ataupun juga mungkin menutup sebagian produksi, karena pasarnya yang begitu kecil,” ujar Nangoi saat diwawancarai Bisnis, beberapa waktu lalu.

Untuk menghindari hal tersebut, lanjutnya, Gaikindo terus berupaya mengajukan usulan tersebut kepada pemerintah. Namun, Gaikindo sadar bahwa pemerintah punya prioritas, sert pertimbangan laing yang lebih penting.

“Jadi, kami pun tidak bisa memaksakan hal ini. Akan tetapi kami terus melakukan approach ke pemerintah. Intinya, kami ingin supaya hidup otomotif Indonesia bisa bertahan, jangan sampai ada PHK, dan jangan sampai ada penutupan produksi di Indonesia,” tuturnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga terus berupaya mengusulkan relaksasi pajak penjualan mobil baru. Dia mengklaim secara prinsip Presiden Joko Widodo telah menyetujui usulan itu, tetapi masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan

Menurut Agus, relaksasi PPnBM dapat merupakan salah satu cara untuk menggeliatkan kembali industri otomotif yang tertekan oleh pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari hingga November 2020 penjualan pabrik ke dealer turun 49,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan sebesar 46 persen juga berlaku untuk penjualan ritel.

“Ini sektor yang sangat penting, turunan-turunan industri sangat banyak, supply chain banyak, juga melibatkan industri kecil menengah [IKM] yang begitu banyak. Jadi, memang harus kita proteksi secara serius,” pungkas Agus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

relaksasi aturan Pabrik Mobil Pajak Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top