Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Campur Nitrogen dengan Angin Biasa pada Ban, Ini Dampaknya

Nitrogen untuk ban kendaraan memang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan angin biasa. Namun, bolehkah keduanya dicampurkan?
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  15:47 WIB
Mengecek tekanan udara pada ban mobil. Secara komposisi, angin biasa mengandung 78 persen nitrogen dan 21 persen oksigen. Adapun, nitrogen murni mengandung 95 persen nitrogen dan 5 persen oksigen.  - Reuters
Mengecek tekanan udara pada ban mobil. Secara komposisi, angin biasa mengandung 78 persen nitrogen dan 21 persen oksigen. Adapun, nitrogen murni mengandung 95 persen nitrogen dan 5 persen oksigen. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Nitrogen untuk ban kendaraan memang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan angin biasa. Namun, bolehkah keduanya dicampurkan?

Menurut Auto2000, nitrogen jauh lebih unggul daripada angin biasa karena cenderung lebih awet, tidak menyebabkan karat, tidak gampang habis, dan membuat ban terasa lebih ringan.

“Jadi, ketika ban nitrogen dicampur angin biasa, manfaat tadi tidak akan AutoFamily rasakan. Kualitas nitrogen sudah pasti akan menurun jika dicampur dengan angin biasa,” tulis Auto2000, dikutip pada Jumat (4/12/2020).

Selain itu, mencampur nitrogen dengan angin biasa juga bisa membahayakan pengemudi ketika berkendara. Hal ini disebabkan tekanan udara tidak stabil dan suhu ban lebih cepat panas.

Perbedaan tekanan udara antara angin biasa dan nitrogen dapat menyebabkan ban meledak. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mencampur nitrogen dengan angin biasa karena berisiko memberikan dampak negatif.

Secara komposisi, angin biasa mengandung 78 persen nitrogen dan 21 persen oksigen. Adapun, nitrogen murni mengandung 95 persen nitrogen dan 5 persen oksigen.

Artinya, semakin besar kandungan oksigen di dalam angin, semakin tinggi juga kemungkinannya mengikat air. Air pun akan mempercepat pembentukan karat. Itulah mengapa ban nitrogen dicampur angin biasa sebenarnya kurang tepat.

Dengan sedikitnya kandungan air yang ada di dalam nitrogen, ban kendaraan bakal terasa ringan. Apalagi molekul nitrogen juga besar sehingga mudah mengisi seluruh ruang dalam ban, berbeda dengan angin biasa yang lebih banyak mengikat air.

Kelebihan lain dari nitrogen adalah tidak cepat panas jika dibandingkan dengan angin biasa. Tekanan angin nitrogen pun cenderung lebih stabil dibandingkan dengan angin biasa karena partikel molekulnya lebih besar, sehingga angin sulit keluar dari pori-pori ban.

Masih berhubungan dengan molekul nitrogen yang besar, kondisi ini memungkinkan tekanan di dalam ban tidak akan cepat habis. Oleh sebab itu, menggunakan nitrogen untuk ban dapat lebih efisien. Mesin pun tidak akan membutuhkan tenaga besar untuk melaju.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ban Mobil Tip Merawat Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top