Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Cekak Jadi Tantangan Pasar Mobil Bekas

Kondisi industri mobil bekas pada saat ini sedang menghadapi beberapa tantangan akibat dampak dari Covid-19, salah satunya adalah keterbatasan dana konsumen.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  15:11 WIB
Ilustrasi tempat penjualan mobil bekas. Minat warga masyarakat untuk membeli mobil bekas meningkat. /Antara - Chairul Rohman
Ilustrasi tempat penjualan mobil bekas. Minat warga masyarakat untuk membeli mobil bekas meningkat. /Antara - Chairul Rohman

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi industri mobil bekas pada saat ini sedang menghadapi beberapa tantangan akibat dampak dari Covid-19, salah satunya adalah keterbatasan dana konsumen.

Menurut survei OLX Autos bertajuk Sentiment Monitoring Study, keterbatasan dana merupakan tantangan yang paling banyak dihadapi oleh pelanggan, kendala ini dirasakan oleh 58 persen responden.

Sementara itu, sebanyak 46 responden lainnya menyatakan bahwa mereka mengurangi dana (budget) sebesar 5 persen yang mereka miliki untuk membeli mobil.

Di sisi lain, penjual pun tidak mau mengurangi harga mobil bekas yang mereka jual, sehingga hal ini menjadikan tantangan bagi masyarakat di industri pasar mobil bekas.

Untuk menanggulangi dampak yang terjadi, para dealer dapat memberikan inovasi-inovasi yang membuat para pelanggan lebih nyaman dan merasa aman ketika ingin membeli mobil di masa pandemi ini.

Data OLX Autos juga memperlihatkan, ada beberapa inovasi yang diberikan oleh dealer sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini, di antaranya adalah janji temu secara privat bagi calon pembeli yang ingin membeli mobil bertemu secara virtual.

Selain itu, pelanggan juga bisa mendapatkan fasilitas uji kendara langsung di rumah tanpa harus ke showroom, dan penglaman membeli tanpa sentuhan fisik dari awal hingga akhir proses pembelian.

Namun, di sisi lain, survei juga menunjukkan tren pasar mobil bekas kian membaik. Terlihat dari temuan bahwa tiga bulan setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada peningkatan penjualan dan pembelian mobil bekas.

Faktor yang melatarbelakangi peningkatan pasar mobil bekas adalah sudah ada 62 persen showroom beroperasi dibandingkan pada masa PSBB, yang tercatat hanya 32 persen.

Dari hasil survei yang dilakukan, rata-rata baik pembelian dan penjualan naik 50 persen pada Agustus 2020 dibandingkan saat awal pandemi, yakni dari yang semula 1,4 menjadi 2,1.

Selain itu, rata-rata barang tersedia yang ada di showroom berkurang 35 persen menjadi 4,2 dari sebelumnya 6,5 pada Agustus 2020. Hal ini memperlihatkan adanya minat masyarakat untuk membeli mobil bekas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olx Mobil Bekas
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top