Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibalut Panel Surya, Truk Plug-In Hibrida Bisa Hemat BBM Berlipat

Scania tengah mengembangkan trailer berbalut sel surya untuk memberi daya pada truk hibrida plug-in. Berdasarkan penelitian awal, teknologi solar cell bisa menghemat bahan bakar hingga dua kali lipatnya.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  06:12 WIB
Truk Scania berbalut panel surya.  - Scania
Truk Scania berbalut panel surya. - Scania

Bisnis.com, JAKARTA - Scania tengah uji pengembangan trailer berbalut sel surya untuk memberi daya pada truk hibrida plug-in. Berdasarkan penelitian awal, teknologi solar cell itu bisa menghemat bahan bakar hingga dua kali lipatnya.

“Sel surya sebelumnya telah digunakan pada perahu dan karavan, tetapi kemudian hanya untuk menyalakan alat bantu seperti lemari es dan kompor dan bukan powertrain,” kata Eric Falkgrim, Pemimpin Teknologi dalam Desain Kendaraan di R&D Scania, Kamis (8/10/2020).

Falkgrim mengungkapkan hasil uji awal penggunaan sel surya pada truk hibrida plug-in menunjukkan bahwa teknologi tersebut mampu membuat biaya bahan bakar dihemat 5–10 persen di Swedia, dan dua kali lipat jumlah itu di Spanyol selatan yang kaya matahari.

Dalam uji awal pengembangan itu, truk tersebut dioperasikan dalam tugas transportasi harian oleh pengangkut Swedia Ernst Express, yang juga bekerja sama dengan Scania dalam uji coba jalan listrik pertama di dunia dengan saluran catenary overhead.

Ernst Express mengoperasikan trailer berbalut sel surya sepanjang 18 meter dengan luas total di sepanjang sisi dan atap seluas 140 meter persegi. Secara total, panel surya diharapkan di Swedia menghasilkan 14.000 kWh setiap tahunnya.

Proyek penelitian juga akan memeriksa apakah trailer dapat mengalirkan listrik ke jaringan saat baterai terisi penuh dan truk diparkir, misalnya, selama akhir pekan.

Cukup Matahari

Dalam pra-studi, operasi di pertengahan Swedia disimulasikan mencapai potensi penghematan bahan bakar 5–10 persen. Di Swedia, terdapat cukup sinar matahari dari musim semi hingga musim gugur untuk menghasilkan energi dan meskipun matahari lemah kecuali selama musim panas, ada lebih banyak sinar matahari.

Selama sisa tahun, matahari tidak mencukupi di Swedia. Sebaliknya, Spanyol selatan memiliki jam matahari 80 persen lebih banyak.

Proyek ini didanai publik oleh lembaga inovasi pemerintah Swedia, Vinnova, dan selain Scania dan Ernst Express juga melibatkan Midsummer yang memproduksi panel surya, Universitas Uppsala, yang melakukan penelitian lanjutan tentang sel surya yang lebih efisien, dan perusahaan energi Dalakraft.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panel surya Scania AB
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top