Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Mobil di Asean Rontok!

Terpuruknya produksi di Asean terjadi pada April dan Mei, sejalan dengan masuknya Covid-19 ke kawasan ini.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  17:48 WIB
Perakitan Mitsubishi Xpander di Pabrik Bekasi.  - MITSUBISHI
Perakitan Mitsubishi Xpander di Pabrik Bekasi. - MITSUBISHI

Bisnis.com, JAKARTA — Produksi mobil di Asia Tenggara sepanjang Januari hingga Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 41,4 persen secara tahunan. Indonesia mengalami penurunan paling parah.

Berdasarkan data Asean Automotive Federation (AFF) yang dikutip Rabu (7/10/2020), produksi mobil di negara-negara Asean, yakni Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam mencapai 1.641.099 unit pada Januari–Agustus 2020.

Jumlah itu turun 41,4 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 2.801.048 unit.

Sementara itu, Indonesia menjadi negara dengan penurunan produksi terbesar. AFF mencatat, produksi Indonesia turun 48,6 persen, dari 831.662 unit pada Januari—Agustus 2019, menjadi 427.607 unit tahun ini.

Myanmar mengalami penurunan terkecil. Negeri Tanah Emas ini mencatatkan total produksi sebanyak 9.073 unit, hanya turun 10,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 10.136 unit.

Thailand menjadi negara kedua di Asean yang mengalami penurunan produksi. Produksi mobil di negara ini tercatat turun 42,1 persen, dari 1.403.153 unit tahun lalu menjadi 812.721 unit pada 2020.

Terpuruknya produksi di Asean terjadi pada April dan Mei, sejalan dengan masuknya Covid-19 ke kawasan ini. Pada April, produksi mobil di Asean turun hingga 84,6 persen, sedangkan Mei sebanyak 77,4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Produksi Mobil
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top