Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerapan Standar Emisi Euro 4 Kendaraan Diesel Mundur ke 2022

Mundurnya penerapan standar Euro 4 untuk kendaraan diesel disebabkan oleh wabah Covid-19 yang menghambat laju uji coba dari perusahaan otomotif.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  22:22 WIB
Petugas melakukan uji emisi kendaraan bermotor.  - Jibi Foto
Petugas melakukan uji emisi kendaraan bermotor. - Jibi Foto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan wajib standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel terpaksa ditunda hingga April 2022 akibat dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

Pemberlakuan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel direncanakan bakal dimulai pada April 2021, setelah pada 2018 telah berlaku untuk kendaraan bermesin bensin.

Jongkie D. Sugiarto,  Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengonfirmasi bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan surat penundaan.

"Betul. Surat penundaan tersebut memang dari KLHK. No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tanggal 20 Mei 2020," ujar Jongkie kepada Bisnis, Jumat (26/6/2020).

Kendati tidak memerinci isi surat penundaan tersebut, Jongkie menjelaskan bahwa mundurnya penerapan standar Euro 4 untuk kendaraan diesel disebabkan oleh penyebaran virus corona atau Covid-19, yang menghambat laju uji coba dari perusahaan otomotif.

"Karena adanya Covid-19, maka persiapan-persiapan dari pihak prinsipal ataupun agen pemegang merek [APM] mengalami sejumlah hambatan, sehingga jadwal uji coba menjadi mundur semua," ujarnya.

KLHK pada 2017 merilis aturan emisi Euro 4 yang diatur dalam P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau Standar Emisi Euro 4.

Dalam beleid tersebut, penggunaan minimal angka oktan (RON) yang digunakan kendaraan berbahan bakar bensin minimal 91, sedangkan untuk diesel adalah dengan cetane number (CN) minimal 51.

Dengan aturan tersebut, KLHK menilai bahwa perbandingan antara Euro 2 dan Euro 4 setidaknya menurunkan 55 persen kandungan CO dalam udara, 68 persen kandungan Nox, dan 60 persen kandungan HC.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif gaikindo emisi karbon
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top