Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Bisa Percepat Digitalisasi Industri Otomotif

Pakar digital memprediksi bahwa virus corona atau Covid-19 akan mempercepat proses digitalisasi di semua sektor, tak terkecuali industri otomotif.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  17:18 WIB
Sebuah kartun logo VW menekan coronavirus ditampilkan di sebuah gedung di markas Volkswagen untuk merayakan pembukaan kembali pabrik selama penyebaran penyakit coronavirus (Covid/19) di Wolfsburg, Jerman 25 April 2020. / REUTERS
Sebuah kartun logo VW menekan coronavirus ditampilkan di sebuah gedung di markas Volkswagen untuk merayakan pembukaan kembali pabrik selama penyebaran penyakit coronavirus (Covid/19) di Wolfsburg, Jerman 25 April 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Para pakar digital memprediksi bahwa virus corona atau Covid-19 akan mempercepat proses digitalisasi di semua sektor, tak terkecuali industri otomotif.

Irene Bertschek pakar digitalisasi di ZEW - Leibniz Center for European Economic Research di Mannheim, Jerman, menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan dapat mengarahkan sektor otomotif dalam menghadapi masa pandemi virus corona.

Menurutnya, digitalisasi akan membuat banyak jalur dapat dihindari, misalnya, tiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain dari lokasi mana pun atau berbelanja daring. Konsultasi dokter secara daring juga semakin populer di tengah pandemi.

“Dalam jangka panjang, solusi digital semacam itu dapat membantu menjaga daerah pedesaan menjadi tempat tinggal dan bekerja,” tuturnya dikutip dari laman resmi Volkswagen, Minggu (24/5/2020).

Dari sisi manufakur industri otomotif, Irene mengatakan digitalisasi dapat membangun proses kerja otomatis. Hal itu dinilai sangat menguntungkan saat ini, terutama dalam krisis corona karena membuatnya lebih mudah dalam menjaga jarak fisik.

“Digitalisasi memengaruhi semua orang. Sebagian besar perusahaan besar memahami hal ini,” tuturnya.

Menurutnya keberadaan virus corona telah mempercepat perusahaan besar untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Dia berasumsi bahwa kantor rumahan, konferensi video, perdagangan online, dan konsultasi tele akan memainkan peran yang lebih besar dalam jangka panjang.

Di China, solusi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan sebelum krisis Covid-19 menyerang. Hal itu pun juga berlaku pada pembelian mobil.

Michael Mayer, Head of Sales and Marketing Volkswagen untuk China, mengatakan ketika negara menerapkan penguncian wilayah atau lockdown pada Februari 2020, pembelian mobil secara digital menunjukkan tren peningkatan.

“Volkswagen bahkan mampu menjual 550 unit pada Maret dalam proses yang sepenuhnya digital,” tuturnya.

Mayer berasumsi digitalisasi bisnis penjualan mobil akan berjalan cepat. Namun, hal itu tidak memosisikan penjualan online sebagai satu-satunya standar murni. Dia percaya masih banyak pelanggan yang berkeinginan untuk bertemu secara pribadi dengan tenaga penjual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top