Produksi Mobil Terjerembap, Anjlok hingga 80 Persen Selama PSBB

Gaikindo: Produksi pabrikan mobil pada April hanya 21.434 unit, sedangkan Maret mampu memproduksi hingga 111.565 unit.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  17:06 WIB
Produksi Mobil Terjerembap, Anjlok hingga 80 Persen Selama PSBB
Ilustrasi: Proses produksi mobil di Karawang Assembly Plant (KAP) milik Astra Daihatsu Motor (ADM). (ANTARA News - Sella Panduarsa Gareta)

Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan mobil di Indonesia mengalami penyusutan produksi hingga 80 persen saat kebijakan pembatasan sosial berskala besar mulai diterapkan di sejumlah kota di Indonesia pada April 2020.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi pabrikan mobil pada April hanya 21.434 unit, sedangkan Maret mampu memproduksi 111.565 unit. Kinerja itu turun 80,8 persen secara bulanan. 

Selain itu, kinerja produksi mobil pada April 2020 juga merosot 79,6 persen dibandingkan dengan April 2019 yang mampu mencatatkan produksi hingga 104.847 unit.

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai dijalankan pada April membuat pabrikan mobil menghentikan produksi guna mencegah virus corona atau Covid-19 terus meluas. Penutupan pabrik dilakukan oleh merek-merek besar, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, dan Suzuki.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperpanjang masa penghentian produksi sejak 11 Mei sampai dengan 1 Juni 2020. Keputusan itu mempertimbangkan faktor komprehensif, seperti mengantisipasi penurunan permintaan dalam negeri dan ekspor, kondisi pasokan komponen, serta libur Idulfitri.

“Selanjutnya, sepanjang periode penangguhan produksi, kami akan terus memantau situasi dengan kuat termasuk setiap pembaruan pada kondisi penawaran dan permintaan,” kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Urusan Eksternal TMMIN Bob Azam.

PT Honda Prospect Motor (HPM) juga secara resmi memperpanjang masa penutupan pabrik di Karawang, Jawa Barat, hingga akhir Mei 2020.

Yusak Billy, Business Innovation & Sales Marketing Director HPM, mengatakan bahwa perpanjangan penutupan sementara pabrik bertujuan menjaga level stok di kondisi sehat.

“Kami memutuskan untuk menghentikan sementara lagi [operasi pabrik] hingga akhir Mei, supaya menjamin kondisi stok level itu sehat di setiap dealer agar suplai tidak berlebihan karena kami tahu pasarnya turun jauh,” katanya.

Pacu Produksi

Sejumlah pabrikan mobil sebelumnya berhasil memacu produksi sepanjang 3 bulan pertama 2020 atau sebelum pemerintah menerapkan PSBB.

TMMIN, misalnya, meningkatkan produksi menjadi 123.207 unit, naik 4,4 persen dibandingkan dengan kuartal pertama 2019.

HPM juga menaikkan produksi mencapai 37.517 unit pada kuartal pertama tahun ini atau meningkat 24 persen secara tahunan.

Billy mengungkapkan bahwa permintaan konsumen pada akhir  2019 dinilai cukup baik dan stabil sehingga stok pada awal 2020 berada di level sehat dan hanya menyisakan unit dengan rangka tahun sebelumnya.

Selain Toyota dan Honda, merek lain yang mencatatkan peningkatan produksi antara lain PT Suzuki Indomobil Sales sebesar 58 persen, PT Sokonindo Automobile (DFSK) 188 persen, dan PT SGMW Motor (Wuling) 32,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, Produksi Mobil

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Zufrizal
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top