Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Lesu, Aktivitas Manufaktur Otomotif Bakal Disesuaikan

Aktivitas produsen otomotif masih berjalan normal. Namun, Covid-19 dinilai bakal menekan permintaan dan sekaligus mengurangi aktivitas produksi.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  22:28 WIB
Pekerja perakitan mobil Fiat Chrysler membangun 2019 truk pickup Ram di 'Vertical Adjusting Carriers' di Pabrik Perakitan FCA Sterling Heights di Sterling Heights, Michigan, AS, 22 Oktober 2018 - Reuters/Rebecca Cook.
Pekerja perakitan mobil Fiat Chrysler membangun 2019 truk pickup Ram di 'Vertical Adjusting Carriers' di Pabrik Perakitan FCA Sterling Heights di Sterling Heights, Michigan, AS, 22 Oktober 2018 - Reuters/Rebecca Cook.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar pelaku usaha menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) dan social distancing guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kendati begitu, aktivitas sejumlah produsen dan pelaku usaha di sektor otomotif masih berjalan normal.

Terkait hal itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mengaku tidak punya wewenang untuk membatasi aktivitas produksi kendaraan bermotor roda empat di Indonesia.

"Himbauannya kan beda-beda (tidak semua WFH) himbauannya satu menghentikan apabila bisa, kedua bila tidak bisa ya minimize (aktivitasnya). Nah, kembali ini Ini di luar wewenang Gaikindo, ini dari anggota yang akan melakukan jadi masing-masing (pelaku otomotif) akan punya policy sendiri," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi kepada Bisnis, Senin (23/03/2020).

Dia mengatakan sejumlah merek sudah ada yang mengurangi aktivitas produksinya, beberapa ada juga yang masih berproduksi secara normal. Yohannes juga menjelaskan bahwa pabrik-pabrik tersebut berada di luar DKI Jakarta yang merupakan zona merah penyebaran virus Covid-19.

Lebih lanjut, Yohannes menilai pandemi Covid-19 bakal berdampak pada industri otomotif, terutama dari sisi permintaan. Otomatis dengan berkurangnya permintaan produksi pun berangsur akan berkurang.

"Pasti penjualan turun, permintaan turun, pabrik-pabrik juga akan slow down sendiri," katanya.

Lebih lanjut, dia juga memastikan bahwa pelaku industri otomotif akan mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Para Pelaku usaha mengaku siap untuk menerapkan imbauan WFH. Namun kebijakan ini dinilai tidak bisa diterapkan di seluruh industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur otomotif gaikindo Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top