Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Menurun, Nissan Bakal Hentikan Produksi di Indonesia

Pada Januari 2020, Nissan sudah menghentikan produksi di negara Asia Tenggara, termasuk pengembangan kendaraan di bawah merek Datsun.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  09:52 WIB
Nissan. - Nissan
Nissan. - Nissan

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co. dikabarkan akan menghentikan produksi kendaraan di Indonesia lantaran realisasi penjualan kendaraan anjlok di Tanah Air.

Hal itu diungkapkan salah seorang sumber, seperti dilansir japantimes.co.jp., Rabu (18/3/2020).

Pada Januari 2020, produsen mobil terbesar ketiga di Jepang itu sudah menghentikan produksi di negara Asia Tenggara, termasuk pengembangan kendaraan untuk pasar negara berkembang di bawah merek Datsun.

"Keputusan untuk menarik diri dari produksi kendaraan di Indonesia adalah bagian dari langkah-langkah restrukturisasi yang diambil pembuat mobil untuk memotong biaya di tengah penurunan pendapatan," kata sumber tersebut.

Nissan diberitakan mengalami kesulitan lantaran krisis saat ini. Kondisi itu diperburuk dengan penangkapan mantan bosnya Carlos Ghosn dan pelariannya ke Lebanon.

Nissan berencana untuk melanjutkan penjualan kendaraan di Indonesia sambil mempertimbangkan pabrik Indonesia untuk memproduksi mesin Mitsubishi Motors Corp.

Produsen mobil di seluruh dunia berjuang untuk menemukan cara baru untuk melakukan bisnis karena penjualan mobil menurun di tengah perubahan gaya hidup. Wabah virus corona (COVID-19) yang sedang merebak juga menambah tekanan pada industri karena menganggu rantai pasokan global.

Toyota Motor Corp telah mengumumkan penutupan pabrik perakitan mobilnya di Prancis mulai Rabu (18/3/2020) hingga akhir bulan ini di tengah penyebaran virus corona baru di Eropa.

Produsen mobil terkemuka ini juga telah memutuskan untuk menunda operasi di pabrik perakitannya di Portugal selama dua minggu sejak awal pekan ini.

Pada 2019, Toyota memproduksi 224.000 unit mobil kompak Yaris di pabrik Prancis, sedangkan pabrik di Portugal memiliki kapasitas untuk memproduksi 9.800 unit Land Cruiser SUV setiap tahun.

Penutupan pabrik Perancis terjadi setelah pemerintah Perancis awal pekan ini mengumumkan larangan meninggalkan rumah karena alasan yang tidak penting.

Pasar Eropa menyumbang sekitar 11 persen dari penjualan global mobil baru Toyota. Permintaan kendaraan hibridanya terbilang kuat di negara tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif nissan toyota Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top