Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efek Corona, Produsen Peugeot Setop Produksi 15 Pabrik di Eropa

PSA Peugeot Citroen, produsen mobil untuk merek Peugeot menghentikan aktifitas produksi 15 pabrikan di Eropa akibat pandemi virus corona yang semakin meluas.
Peugeot 508 SW First Edition. /Peugeot
Peugeot 508 SW First Edition. /Peugeot

Bisnis.com, JAKARTA - PSA Peugeot Citroën, produsen mobil untuk merek Peugeot, Citroen, DS, Opel, dan Vauxhall, menghentikan aktifitas produksi di tiga pabrikannya di Eropa akibat dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas. 

Dilansir dari laman resmi Groupe PSA, ketiga pabrikan itu yang berada di Hordain (Prancis), Vigo (Spanyol), dan Mangualde (Portugal) itu berhenti produksi pada Rabu, (18/3/2020). Sementara itu, dua pabrikan lainnya akan tutup pada Kamis, 19 Maret 2020.

Total, Groupe PSA akan menutup 15 pabrikan di Eropa secara berkala akibat meluasnya penyebaran virus corona. Penutupan itu telah berlangsung sejak 16 Maret. 

Menurut rencana, aktivitas produksi bakal kembali beroperasi pada 27 Maret 2020.

"Penutupan situs mekanis akan disesuaikan. Tim manajemen situs juga akan menerapkan prosedur penutupan lokasi secara lokal yang akan dilakukan dalam koordinasi dengan mitra sosial," tulis keterangan resmi tersebut.

Masih dalam surat edaran itu, Dewan Eksekutif Groupe PSA mengatakan penangguhan dilakukan karena pandemi virus corona telah mendekati lokasi produksi, sehingga mengganggu pasokan bahan baku serta menurunkan penjualan di pasar Eropa.

Groupe PSA juga menyebutkan bahwa sampai saat ini, kepatuhan terhadap tindakan pencegahan telah disesuaikan dengan otoritas kesehatan terkait. Langkah itu pun dinilai sebagai perlindungan terbaik untuk mencegah penyebaran virus. 

Selain PSA, produsen lain yang memasarkan mobil di Eropa juga telah menangguhkan pabrikannya. Salah satunya, Ford Motor Company, yang mengehentikan empat pabriknya untuk mencegah peluasan virus corona. 

Stuart Rowley, Presiden Ford Eropa, mengatakan tindakan itu sesuai dengan petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan Eropa sebagai pusat baru virus corona karena jumlah kasus melonjak signifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper