Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Ghosn dan Virus Corona, Nissan Pangkas Biaya Lebih Dalam

Nissan Motor Co. akan memangkas lebih signifikan biaya tetap, meliputi gaji dan biaya pabrik yang nilainya mencapai miliaran dollar setahun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  13:10 WIB
ProPilot adalah pondasi kendaraan swakemudi di masa depan.  - Nissan
ProPilot adalah pondasi kendaraan swakemudi di masa depan. - Nissan

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co siap memangkas lebih dalam biaya tetap perusahaan lantaran buruknya kondisi bisnis yang diperparah oleh eskalasi penyebaran virus corona (COVID - 19).

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (3/3/2020), Kepala Eksekutif Nissan Makoto Uchida berjanji akan mengungkap rencana perubahan haluan perusahaan pada Mei mendatang.

Saat ini, Nissan diketahui telah memangkas 12.500 pekerja setelah mengalami penurunan penjualan akibat kekacauan yang disebabkan oleh Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan.

"Semua kemungkinan ada di atas meja. Jika kinerja kami tidak membaik, maka tentu saja kami siap untuk melihat lebih dekat pada biaya tetap," tuturnya dalam sebuah wawancara di Yokohama.

Biaya tetap yang dimaksud Uchida itu meliputi gaji dan biaya pabrik. Untuk produsen mobil besar, biaya tersebut biasanya berjalan sebanyak miliaran dolar per tahun.

Uchida, CEO Nissan ketiga sejak 2017, telah menghadapi bebagai tantangan sejak resmi menjabat, seperti kewajiban mengentikan penurunan laba, memecat ribuan pekerja, dan mendapatkan kembali kepercayaan dari mitra mereka, yakni Renault SA.

Untuk itu, Uchida perlu meluncurkan model-model baru guna meningkatkan penjualan di tengah lesunya permintaan mobil Nissan. Di sisi lain, Nissan perlu berinvestasi dalam produk mobil nirsopir, kendaraan elektrifikasi, dan mobilitas teknologi yang dinilai sangat membutuhkan kolaborasi.

"Itu akan menjadi area di mana kita perlu memiliki kemitraan di masa depan," katanya.

Ancaman Virus

Selain masalah internal,  kendala yang mengadang Nissan adalah eskalasi virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Virus itu bahkan memaksa Nissan untuk mengurangi skala perakitan mobil di pabrik-pabrik China.

Uchida mengatakan bahwa skala terakhir dari virus corona yang belum mampu dideteksi itu diperkirakan akan berdampak pada rencana bisnis Nissan ke depan.

"Tentu saja juga akan ada dampak dari virus corona, jadi kami perlu melihat kondisi bisnis kami sambil mempertimbangkan semua faktor ini," ucapnya.

Uchida juga menyampaikan bahwa pembangunan kembali bisnis Nissan di Amerika Utara merupakan prioritas utama. Hal itu menyusul dorongan dari manajemen sebelumnya yang berupaya meningkatkan volume sekaligus menawarkan insentif di Negeri Paman Sam itu.

“Keseimbangan dari keseluruhan jumlah kendaraan adalah sesuatu yang kami akui belum benar. Namun, kami akan merilis kendaraan baru di Amerika Utara," kata Uchida.

Ketika ditanya tentang prospek peluncuran model baru di New York Auto Show pada bulan depan, Uchida menolak mengatakan bahwa perusahaan sedang memiliki sesuatu untuk dikerjakan.

"Kau harus menantikannya. Kami akan menunjukkan kekuatan kami di Amerika Utara," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top