Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Kasus Ghosn, Nissan PHK Pekerja dan Tutup 2 Pabrik

Nissan Motor Co. memangkas 4.300 pekerja  dan menutup dua lokasi manufaktur guna mengurangi biaya setidaknya 480 miliar yen atau setara US$4,4 miliar hingga 2023. 
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  14:03 WIB
Sebuah sketsa pengadilan, yang dibuat Nobutoshi Katsuyama, memperlihatkan pemimpin Nissan Motor Co Ltd yang digulingkan, Carlos Ghosn dalam sidang terbuka untuk mendengarkan alasan penahanannya, di Pengadilan Distrik Tokyo di Tokyo, Jepang, dalam gambar ini yang dirilis oleh Kyodo 8 Januari 2019.  - Kyodo/Reuters
Sebuah sketsa pengadilan, yang dibuat Nobutoshi Katsuyama, memperlihatkan pemimpin Nissan Motor Co Ltd yang digulingkan, Carlos Ghosn dalam sidang terbuka untuk mendengarkan alasan penahanannya, di Pengadilan Distrik Tokyo di Tokyo, Jepang, dalam gambar ini yang dirilis oleh Kyodo 8 Januari 2019. - Kyodo/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co. berencana memangkas biaya secara signifikan untuk menghadapi penurunan penjualan akibat strategi ekspansionis dari mantan CEO Carlos Ghosn yang kini buron.

Dilansir dari Reuters, Kamis (30/1/2020), produsen mobil terbesar kedua di Jepang itu bakal memangkas 4.300 pekerja  dan menutup dua lokasi manufaktur. Langkah itu sebagai upaya menghemat setidaknya 480 miliar yen atau setara US$4,4 miliar hingga 2023. 

Sesorang yang dekat dengan manajemen senior Nissan mengatakan bahwa kemungkinan lain perusahaan bakal memangkas sebagian pekerjaan di kantor pusat di Amerika Serikat dan Eropa. Nissan juga akan mengurangi anggaran iklan dan pemasaran. 

“Situasinya mengerikan. Itu harus dilakukan atau [Nissan] mati," ujar sumber yang identitasnya dirahasiakan. 

Sebagian besar rencana pemotongan bertujuan meningkatkan efisiensi perusahaan. Menurut sumber tersebut, hal itu telah disampaikan oleh dewan Nissan pada November 2019. 

Sementara itu, juru bicara Nissan Motor Co. menolak untuk mengomentari langkah-langkah terkait dengan restrukturisasi baru perusahaan. Dia juga menolak memberi pandangan terhadap lemahnya penjualan dari perkiraan. 

Di bawah kepemimpinan Ghosn, Nissan memulai ekspansi global dengan meningkatkan kapasitas penambahan model baru. Mendorong penjualan ke pasar di sejumlah negara, seperti di India, Rusia, Afrika Selatan dan Asia Tenggara. 

Namun, kini, banyak dari model tersebut kehilangan tujuan penjualan. Eksekutif di kantor pusat Nissan di Yokohama memperkirakan bahwa 40 persen dari kapasitas manufaktur secara global tidak terpakai atau kurang digunakan. 

Beberapa eksekutif khawatir Nissan, bagian dari aliansi dengan Renault dan Mitsubishi, dapat membukukan kerugian lain di bisnis pembuatan mobil. 

Ghosn, pria berdarah Brasil ini, dituduh melakukan pelanggaran keuangan setelah investigasi internal perusahaan otomotif Jepang tersebut menemukan bukti pelanggaran Ghosn, termasuk pembayaran kompensasi dan penyalahgunaan aset perusahaan untuk keuntungan pribadi. 

Di tengah persidangan yang mulai berjalan di Jepang, Ghosn melarikan diri ke Lebanon. Pelariannya itu pun menjadi berita fenomenal. 

Mengutip Bloomberg, Ghosn diperkirakan merogoh kocek US$15 juta untuk kabur dari Jepang. Biaya kaburnya itu termasuk sewa pesawat jet pribadi senilai US$350.000 yang membawanya keluar dari Osaka menuju Istanbul, Turki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan Carlos Ghosn

Sumber : Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top