Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lexus Indonesia Prediksi Segmen Mobil Mewah Tetap Stabil

Konsumen mobil mewah diyakini tidak terlalu sensitif terhadap harga, tetapi lebih kepada value, kenyamanan, dan kredibilitas serta kepercayaan yang dibangun oleh masing-masing merek.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  19:59 WIB
Lexus LS dan Lexus LC. - Lexus
Lexus LS dan Lexus LC. - Lexus

Bisnis.com, JAKARTA - Lexus Indonesia meyakini pasar mobil mewah akan tetap stabil kendati beberapa produsen merek mobil mewah dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia pada tahun ini.

General Manager Lexus Indonesia Andrian Tirtadjaja, saat dihubungi Bisnis, di Jakarta, Selasa (3/3/2020) mengatakan bahwa segmen mobil mewah cenderung stabil meski struktur permintaannya berbeda dengan kondisi pasar secara mayoritas. 

"Mereka [konsumen mobil mewah] tidak terlalu sensitif terhadap harga tetapi lebih ke value, kenyamanan, dan kredibilitas serta kepercayaan yang dibangun oleh brand promise masing-masing merek," ujarnya.

Pendapat Adrian sedikit bertolak belakang dengan penyataan Presiden Direktur PT Prestige Image Motorcars Rudy Salim yang mengatakan bahwa segmen mobil mewah tidak akan bekembang selama pajak penjualan barang atas barang mewah (PPnBM) masih diterapkan.

Menurut Adrian, Lexus selalu mendukung kebijakan pemerintah yang dinilainya sudah memikirkan secara matang segala aspek terkait dengan regulasi tersebut.

"Jadi kami percayakan saja kepada pemerintah dalam mengatur regulasi PPnBM tersebut," tuturnya.

Pengenaan pajak kepada mobil mewah itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 35/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Beleid tersebut mengatur bahwa kendaraan bermotor berkapasitas isi silinder lebih dari 3.000 cc dikenakan pajak PPnBM sebesar 125 persen.

Rudy Salim mengatakan bahwa penerapan pajak tersebut bahkan memicu produsen merek mobil mewah untuk menarik diri dari Indonesia lantaran penjualan yang lesu dan rupiah yang fluktuatif.

"Iya benar. Untuk mereknya, saya tidak enak menyebutkan. Nanti akan kelihatan,” kata Rudy ketika dihubungi beberapa hari lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lexus Supercar
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top