Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sejumlah Merek Produsen Supercar Diisukan Pergi dari Indonesia

Sejumlah merek produsen mobil supercar diisukan menarik dari Indonesia.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  20:13 WIB
Supercar di Bali. Mereka datang jakarta, Surabaya, Bali, Malang, Yogyakarta, Solo, hingga Bandung.  - BINIS.COM/Ni Putu Wiratmini
Supercar di Bali. Mereka datang jakarta, Surabaya, Bali, Malang, Yogyakarta, Solo, hingga Bandung. - BINIS.COM/Ni Putu Wiratmini

Bisnis.com, JAKARTA - Tingginya  pengenaan Pajak Penjualan Barang atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap segmen mobil supercar, membuat sejumlah  merek raksasa diisukan menarik diri dari Indonesia. 

Presiden Direktur PT Prestige Image Motorcars Rudy Salim mengatakan bahwa pada tahun ini sejumlah merek besar akan pergi meninggalkan Indonesia karena penjualan lesu dan rupiah yang fluktuatif.

"Iya benar. Untuk merek saya tidak enak menyebutkan. Nanti akan kelihatan," kata Rudy saat dihubungi Bisnis, Kamis (27/2/2020).

Pengenaan pajak sebesar 125 persen dinilai menjadi alasan sebagian produsen supercar bakal pergi dari Indonesia. Menurut Rudy, selama PPnBM tidak berubah, pasar di segmen tersebut akan terus mengalami malaise. 

Pengenaan pajak itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2017 yang mengatur kendaraan bermotor berkapasitas isi silinder lebih dari 3.000 cc dikenakan pajak PPnBM sebesar 125 persen. 

"Selama pajak PPNBM tetap dikenakan seperti sekarang, tidak ada ruang bagi supercar untuk berkembang," kata Rudy. 

Untuk bertahan dari situasi tersebut, Prestige Image Motorcars akan berfokus pada diversifikasi produk,  salah satunya adalah peralihan dari supercar menjadi premium electric car. 

Saat ini, lanjutnya, Prestige sedang fokus di produk Tesla dan mengedukasi masyarakat mengenai mobil listrik. Namun, upaya itu dipastikan tidak berjalan sederhana karena harga mobil litrik yang mahal dan belum terbangunnya infrastruktur penunjang mobil listrik. 

"Ada masalah infrastruktur yaitu kurangnya stasiun pengisian listrik umum. Namun, secara perlahan lahan sudah mulai menuju lebih baik dan prospektif untuk masa depan," tuturnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif Supercar
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top