Pilkada Serentak Diyakini Tak Ganggu Pasar Otomotif

Dampak pilkada diyakini berbeda dengan pemilu 2019 yang signifikan mempengaruhi kinerja ekonomi nasional termasuk sektor otomotif.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  16:54 WIB
Pilkada Serentak Diyakini Tak Ganggu Pasar Otomotif
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA – Perhelatan pemilihan umum kepala daerah atau pilkada yang serentak dilaksanakan diyakini tidak akan memberikan sentimen negatif bagi pemulihan pasar otomotif nasional pada 2020.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy Suwandi optimistis industri otomotif bakal membaik pada tahun ini setelah masih mencatatkan kinerja negatif pada 2019. Dia memproyeksikan pasar otomotif dapat tumbuh di atas 3 persen pada 2020.

Alasannya, sebut dia, pada tahun lalu perehelatan pemilihan umum berdampak signifikan pada kinerja ekonomi nasional termasuk sektor otomotif. Berbeda dengan itu, jelasnya, pilkada serentak pada tahun ini diyakini tidak akan berdampak negatif pada pasar.

Pada tahun ini, sebanyak 270 wilayah akan menjalankan pilkada, terdiri dari pemilihan gubernur di sembilan provinsi, 224 wilayah menyelenggarakan pemilihan Bupati dan 27 pemilihan Wali Kota.

“Tahun 2019 ada pengaruh politik seperti Pemilu, hal ini harapannya lebih baik pada 2020,” ucap Anton kepada Bisnis, Jumat (7/2/2020).

Anton merincikan faktor pemilu turut berkontribusi pada pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2019. Sektor otomotif pun lesu sejalan dengan kinerja ekonomi nasional yang melambat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen sepanjang 2019, melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 5,17 persen.

Kondisi itu antara lain disebabkan oleh pelambatan pertumbuhan konsumsi domestik. BPS mencatat tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia hanya tumbuh 4,97 persen pada kuartal IV/2019, lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,08 persen.

Pada periode yang sama, penjualan grosir (wholesale) untuk sepeda motor dan mobil penumpang masing-masing terkontraksi sebesar 5,6 persen dan 7,24 persen.

“Perlambatan ekonomi pada 2019,memang berpengaruh ke pasar otomotif yang juga turun pada 2019,” kata Anton.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kinerja pasar otomotif mengalami penurunan pada 2019 dibanding dengan tahun sebelumnnya. Tercatat, wholesales pada 2019 hanya sejumlah 1.030.126 turun 10,5 persen dibanding 2018 yang mencapai 1.151.308.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, toyota

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top