Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Pencurian Ban dan Pelek, Honda Sarankan Alarm Khusus

Salah satu kasus yang menghebohkan jagat maya itu terjadi  di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Untuk menghindari kasus serupa terjadi, para pemilik kendaraan roda empat tentu perlu meningkatkan kewaspadaan dan juga melengkapinya dengan peralatan khusus.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  14:32 WIB
Konsep One Stop Service tak hanya menyediakan berbagai pilihan produk Bridgestone, baterai, oli, aksesoris, dan pelek, tetapi juga menyediakan pelayanan lain seperti perawatan ban.  - BRIDGESTONE
Konsep One Stop Service tak hanya menyediakan berbagai pilihan produk Bridgestone, baterai, oli, aksesoris, dan pelek, tetapi juga menyediakan pelayanan lain seperti perawatan ban. - BRIDGESTONE

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus pencurian ban dan pelek mobil menjadi fenomena viral dalam beberapa hari terakhir. Salah satu kasus yang menghebohkan jagat maya itu terjadi  di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Untuk menghindari kasus serupa terjadi, para pemilik kendaraan roda empat tentu perlu meningkatkan kewaspadaan dan juga melengkapinya dengan peralatan khusus.

Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyarankan kepada pemilik mobil Honda untuk memasang alarm yang mendeteksi getaran.

"Jika dirasa perlu, sistem alarm yang mendeteksi getaran dapat ditambahkan untuk meningkatkan keamanan pada mobil," kata Yusak kepada Bisnis, Kamis (30/1/2020).

Hanya saja, tutur Yusak, pengguna disarankan untuk memarkirkan mobil di tempat yang lebih aman dan dapat terpantau dengan baik.

Pasalnya, lanjut dia, modus yang digunakan pelaku membutuhkan waktu yang cukup lama. 

"Kalau dilihat dari modusnya yg membutuhkan waktu cukup lama untuk melepas ban, pencegahan paling tepat adalah mengusahakan agar mobil terparkir di tempat yang bisa terpantau dengan baik," ucapnya.

Adapun, kasus pencurian ban dan pelek ban itu sudah menemukan titik terang setelah pelakunya tertangkap. Dia dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dan diancam kurungan maksimal tujuh tahun.

Meski sudah tertangkap, bukan tidak mungkin kasus serupa dapat terjadi lagi di wilayah lain. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top