Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Virus Corona, Pabrikan Global Mulai Khawatir

Produsen otomotif global asal Jepang, Honda Motor, tercatat memiliki tiga pabrik di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, China. Sejumlah perusahaan otomotif beroperasi di Shanghai, termasuk Tesla Inc., General Motors dan Volkswagen, juga diperkirakan bakal terdampak.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  13:00 WIB
Seorang polisi mengenakan masker melewati papan pengumuman soal virus corona di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang (20/1/2020). - Reuters/Kim Kyung/Hoon
Seorang polisi mengenakan masker melewati papan pengumuman soal virus corona di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang (20/1/2020). - Reuters/Kim Kyung/Hoon

Bisnis.com, JAKARTA – Wabah virus corona atau coronavirus dikhawatirkan bakal menganggu industri otomotif global.

Dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2020), sejumlah pabrikan global yang memiliki fasilitas produksi di Negeri Tirai Bambu dinilai bakal terdampak akibat penyebaran virus tersebut.

Produsen otomotif global asal Jepang, Honda Motor, tercatat memiliki tiga pabrik di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, China. Seperti diketahui, wabah mematikan tersebut berawal dari Wuhan yang saat ini akhirnya ditutup.

Honda Motor pun berencana untuk mengevakuasi beberapa stafnya di kota tersebut.

Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura pun angkat bicara terkait kondisi tersebut. Dia memperingatkan bahwa kinerja perusahaan dan produksi pabrik bakal terdampak signifikan akibat wabah yang telah mengguncang pasar global tersebut.

Apalagi, China merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua Jepang.

"Jika situasinya membutuhkan waktu lebih lama untuk mereda, kami khawatir hal itu dapat merusak ekspor, output, dan keuntungan perusahaan Jepang melalui dampak pada konsumsi dan produksi China," kata Nishimura dalam konferensi pers setelah pertemuan cabinet, seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, pemerintah China telah mengumumkan perpanjangan liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari 2020 untuk membatasi penyebaran virus baru tersebut. Sejumlah perusahaan global yang beroperasi di China pun telah meminta staf untuk bekerja dari rumah bahkan hingga 7 Februari 2020.

Di Shanghai, otoritas setempat bahkan mengumumkan bahwa semua perusahaan di wilayah tersebut tidak akan diizinkan untuk bekerja sebelum 9 Februari 2020. Hal yang sama diberlakukan di kota terdekatnya, Suzhou, yang merupakan wilayah industri besar untuk perusahaan farmasi dan perusahaan teknologi.

Keputusan otoritas Shanghai itu pun diperkirakan bakal mempengaruhi sejumlah perusahaan otomotif yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk Tesla Inc., General Motors dan Volkswagen.

“[Ketiganya] memiliki pabrik atau mengoperasikannya di kota melalui usaha dengan mitra local.”

Wuhan Coronavirus (2019-nCoV) Global Cases, yang dibuat Johns Hopkins CSSE, mencatat bahwa virus corona telah menginfeksi 4.474 orang. Dari jumlah itu, 107 orang dikabarkan meninggal dunia, sedangkan 63 orang lain dinyatakan pulih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif virus corona

Sumber : Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top