Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan General Motors di China Turun 15 Persen

Penjualan GM pada 2019 turun 15% secara tahunan, menjadi 3,09 juta unit.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  15:48 WIB
Penjualan General Motors di China Turun 15 Persen
General Motors - Bsuinessinsurance.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – General Motors Co. kembali mencatatkan penurunan penjualan mobil di China untuk 2 tahun berturut-turut, seiring dengan penurunan penjualan di negara tersebut yang diakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ketatnya persaingan di segmen sport utility vehicle (SUV) menengah.

Penjualan GM pada 2019 turun 15% secara tahunan, menjadi 3,09 juta unit. Adapun, pada tahun sebelumnya, pabrikan asing kedua terbesar di China ini mencatatkan penjualan sebanyak 3,65 juta unit, turun dibandingkan 2017 sebanyak 4,04 juta unit.

Dikutip dari Reuters, Selasa (7/1/2019), GM beroperasi di China dengan mengandalkan perusahaan patungan yang didirikan bersama SAIC Motor Corp. Perusahaan ini memproduksi dan memasarkan merek Buick, Chevrolet, dan Cadillac.

Selain itu, GM memiliki perusahaan patungan lainnya yang didirikan dengan SAIV dan Guangxi Automobile Group. Namun, perusahaan yang berbasis di Liuzhou ini memproduksi mini van dan mulai memproduksi mobil mewah.

Dalam keterangan resminya, GM menuturkan bahwa penjualan merek mobil murah mereka di China Baojun turun 27,6% pada kuartal terakhir 2019. Sementara itu, penjualan Chevrolet dan Buick masing-masing turun 20,1% dan 16,7%. Hanya merek Cadillac yang mencatatkan kenaikan penjualan, sebesar 3,9%.

Matt Tsien, GM Executive Vice President dan President GM China mengatakan pihaknya saat ini tengah berfokus memperkuat jajaran produk dan meningkatkan efisiensi operasional mereka. Tantangan diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun ini.

“Kami perkirakan penurunan pasar di China akan berlanjut pada 2020. Kami juga mengantisipasi angin kencang yang sedang terjadi pada bisnis kami di China,” katanya.

Sementara itu, China Associaton of Automobile Manufacturers (CAAM) memperkirakan total pasar mobil China akan terkontraksi sebesar 2% pada 2020 karena perlambatan pertumbuhan ekonomi dan dampak dari gejolak perang dagang dengan Amerika.

Berdasarkan data CAAM, penjualan mobil di China pada 2018 mencapai 28 juta unit, turun sekitar 3% dibandingkan dengan 2017. Adapun, total penjualan pada 2019 diperkirakan menurun sekitar 8% secara tahunan. Namun, statistik penjualan resmi baru akan diumumkan pada pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

general motors
Editor : Galih Kurniawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top