Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Subsidi Mobil Listrik di China Tak Akan Dikurangi

Pemerintah China membawa kabar gembira bagi industri mobil listrik di negara tersebut setelah menyatakan tidak akan mengurangi subsidi untuk mobil listrik atau new energy vehicles (NEV) secara signifikan pada 2020.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  21:03 WIB
Sejumlah orang berjalan melintas di depan pusat riset dan pengembangan China Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Zhejiang, China - REUTERS
Sejumlah orang berjalan melintas di depan pusat riset dan pengembangan China Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Zhejiang, China - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China membawa kabar gembira bagi industri mobil listrik di negara tersebut setelah menyatakan tidak akan mengurangi subsidi untuk mobil listrik atau new energy vehicles (NEV) secara signifikan pada 2020.

Dikutip dari Reuters, Minggu (12/1/2020), Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Miao Wei sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah tidak akan kembali menyapih subsidi mobil listrik pada Juli 2020.

“Sebelumnya memang ada pemotongan subsidi pada Juli tahun lalu, dan semua orang mempertanyakan apakah akan pemotongan akan kembali dilakukan pada tahun ini. Hari ini saya memastikan bahwa kami tidak akan lagi memotong subsidi pada Juli tahun ini,” kata Miao Wei dalam forum EV100, akhir pekan lalu.

Program subsidi untuk NEV telah berlangsung selama 5 tahun mulai 2016. Sebelumnya, dikabarkan pemerintah China akan mencabut subsidi tersebut sepenuhnya setelah 2020. Pemerintah mendapatkan kritik karena dinilai membuat sejumlah pelaku industri terlalu bergantung pada subsidi itu.

Sebelumnya, Pemerintah China memang telah memotong sebagian subsidi untuk NEV pada Juli 2019. Hal ini membuat penjualan NEV di China turun untuk pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir. Sejak saat itu, tren penurunan penjualan terus berlangsung.

Miao juga memaparkan bahwa penjualan NEV pada tahun lalu mencapai 1,2 juta unit, turun dari 1,2 juta pada 2018. Adapun, bulan terakhir pada 2019 menyumbang penjualan sebanyak 163.000 unit terhadap total penjualan NEV 2019.

Keputusan pemerintah China untuk tidak kembali memotong subsidi untuk mobil listrik disambut positif oleh para pelaku industri. Salah satunya adalah Pejabat Executive Xpeng Motors He Xiaoping yang menebut kabar ini adalah berita terbaik bagi industri mobil listrik. Dia juga menyebut kebijakan ini sangat krusial untuk keberlangsungan industri tersebut.

Tak hanya Xpeng Motors, sejumlah pelaku industri mobil listrik China lainnya seperti Nio dan BYD turut menyambut positif keputusan tersebut. Pabrikan mobil listrik asal AS, Tesla, juga tak ketinggalan, akan sangan diuntungkan dengan kebijakan ini setelah mengamankan jatah subsidi NEV pada Desember 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik ekonomi china
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top