Pemprov DKI Jakarta Siapkan Insentif Kendaraan Listrik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikam sejumlah insentif bagi pemilik kendaraan listrik di Ibu Kota. Insentif itu berupa pajak, bebas ganjil genap dan kemudahan lainnya.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 06 September 2019  |  11:29 WIB
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Insentif Kendaraan Listrik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi Dirut TransJakarta Agung Wicaksono (kedua kanan) dan Direktur Operasional TransJakarta Daud Joseph (kiri) mengisi daya ke bus listrik saat uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikam sejumlah insentif bagi pemilik kendaraan listrik di Ibu Kota. Insentif itu berupa pajak, bebas ganjil genap dan kemudahan lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, insentif akan disiapkan karena pemerintah tidak bisa mengumumkan karena spontanitas semata. Insentif akan disiapkan sungguh-sungguh untuk mengubah perilaku agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik. 

"Agar orang berpindah dari bahan bakar minyak ke listrik itu harus rasional. Artinya, hitungan ekonomis masuk akal," ujarnya ketika berkujung ke IEMS 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Anies berpendapat, kendaraan listrik adalah masa depan sehingga industrinya perlu didorong, sementara pemprov memberikan beragam insentif melalui regulasi.

Dia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggunakan kendaraan listrik untuk Transjakarta. Ke depan, secara bertahap penggantian bus lama Transjakarta akan menggunakan bus listrik.

"Jadi kami ingin lebih banyak masyarakat menggunakan bus listrik. Dari sisi suplai harus berjalan baik, dari sisi skala harus diperbesar, lalu demand pemerintah ciptakan," tambahnya.

Anies menegaskan, dari sisi harga bus listrik harus bisa kompetitif dibandingkan bus konvensional. Pasalnya, jika harga bus masih lebih mahal maka akan menjadi pemborosan bagi Pemprov DKI Jakarta.

"Nah, untuk lebih murah, pemerintah pusat harus memiliki kebijakan khusus yang menyangkut kemudahan agar proses produksi bisa lebih murah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan, Kendaraan Listrik

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top