Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laksana Siap Ekspor 10 Unit Bus Legacy Ke Bangladesh

Ekspor itu merupakan kelanjutan dari 4 unit bus yang telah dikapalkan pada awal tahun.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  09:00 WIB
Model berada di depan bus produksi karoseri CV Laksana saat pelepasan ekspor perdana di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/3/2019). CV Laksana mengekspor empat bus eksekutif dan 10 bus tingkat (double decker) ke Bangladesh dengan total penjualan senilai US808.000.  - ANTARA FOTO
Model berada di depan bus produksi karoseri CV Laksana saat pelepasan ekspor perdana di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/3/2019). CV Laksana mengekspor empat bus eksekutif dan 10 bus tingkat (double decker) ke Bangladesh dengan total penjualan senilai US808.000. - ANTARA FOTO

Bisnis.com, TANGERANG – Laksana Bus akan mengapalkan 10 unit Legacy SR2 Double Decker ke Bangladesh hingga akhir tahun ini. Ekspor itu merupakan kelanjutan dari 4 unit bus yang telah dikapalkan pada awal tahun.

Direktur Teknik Laksana Bus Stefan Arman mengatakan, saat ini Laksana sedang fokus untuk ekspor ke Bangladesh.

"Ekspor sangat tergantung pada situasi negara tujuan. Kemarin kami sudah kirim 4 unit bus ke Bangladesh, sampai akhir tahun yang pasti 10 unit akan kami ekspor ke Bangladesh," ujarnya di sela-sela peluncuran Legacy SR2 Suites Class, Jumat (19/7/2019).

Stefan menjelaskan, tipe Legacy SR2 merupakan salah satu produk andalan Laksana. Pada tahun ini Lakasana menargetkan produksi sebanyak 1.500 bus. Hingga semester I/2019, karoseri berbasis di Ungaran ini telah memproduksi sekitar 750 unit.

Dia mengatakan, saat ini konten lokal untuk bodi bus Laksana sekitar 60%. Laksana tahun ini, katanya, telah melakukan uji guling untuk bus dan uji kekuatan kursi guna meningkatkan aspek keselamatan.

"Uji guling ini yang pertama di Indonesia sesuai dengan standar Eropa. Kami sangat memperhatikan aspek keselamatan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

GIIAS 2019
Editor : Galih Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top