Ammdes Diklaim Punya Kandungan Lokal 70% Bikin Harga Terjangkau

PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) akan memulai produksi alat mekanis multiguna perdesaan (ammdes) pada pekan depan. Pada tahap awal, Mobil Pak Tani tersebut akan menggunakan 70% komponen lokal sehingga harga lebih terjangkau.
Thomas Mola | 10 Februari 2019 23:00 WIB
Mobil AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaan) diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, Tangerang Selatan Kamis (2/8/2018). - Bisnis/Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) akan memulai produksi alat mekanis multiguna perdesaan (ammdes) pada pekan depan. Pada tahap awal, Mobil Pak Tani tersebut akan menggunakan 70% komponen lokal sehingga harga lebih terjangkau.

Direktur KMWI Reiza Treistanto mengatakan bahwa ammdes akan diproduksi oleh pabrik di Citeureup dengan kapasitas produksi 12.000 hingga 15.000 unit per tahun. Produksi awal direncanakan pada kisaran 1.000 unit per bulan dan bakal terus meningkat sesuai dengan permintaan pasar

"Pada tahap awal tingkat kandungan ammdes sebesar 70% dan akan ditingkatkan secara bertahap sejalan dengan skala ekonomis produksi dan permintaan pasar," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (10/2/2019).

Kementerian Perindustrian menyebutkan, ammdes melibatkan banyak industri kecil menengah (IKM) yang memproduksi 184 jenis komponen atau setara dengan 70% dari harga ammdes.

Menurutnya, hal yang pasti bahwa peralatan untuk produksi itu, 100% merupakan buatan lokal melalui Astra Otoparts karena punya unit divisi permesinan. "Itu bisa hemat investasi signifikan."

Ammdes akan dipasarkan dengan harga di kisaran Rp70 juta untuk unit basis.

"Itu untuk unit ammdes sendiri yang sudah dilengkapi power take off [PTO] sehingga bisa diaplikasikan untuk beragam peralatan. Misalnya untuk alat rontok padi, kami bisa sediakan juga dan bantu install atau bisa juga dibeli terpisah," paparnya.

Tag : Ammdes
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top