Isuzu D-Max Incar 25% Pasar Pikap 4x4 di Kalimantan

Selain penetrasi di pasar industri pertambangan di Sulawesi, Isuzu D-Max juga menggencarkan penjualan di kawasan pertambangan batu bara di Kalimantan.
Fatkhul Maskur | 25 Oktober 2018 15:10 WIB
Isuzu D-Max. - Bisnis.com/Ilham Budiman

Bisnis.com, JAKARTA - Selain penetrasi di pasar industri pertambangan di Sulawesi, Isuzu D-Max juga menggencarkan penjualan di kawasan pertambangan batu bara di Kalimantan.

Irwan Nawir, Kepala Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, mengatakan bahwa mobil pikap kabin ganda D-Max sepanjang tahun ini hingga September telah mampu membuktikan keandalannya di pasar Kalimantan.

"Peningkatan luar biasa. Tahun lalu pangsa pasar kami 5%. Tahun ini pangsa pasar kami sudah meningkat 15%. Tahun depan kami menargetkan 25% di Kalimantan," ujar Irwan Nawir dalam keterangan pers, Kamis (25/10/2018).

Ambisi Isuzu tersebut didasari optimisme pertumbuhan permintaan sektor pertambangan batu bara yang terus menggeliat, serta produk D-Max yang diklaimnya dapat diandalkan.

Harga batu bara pada 2015-2016 sempat anjlok di harga US$ 60 per metrik ton. Akibatnya, banyak perusahaan tambang di Kalimantan gulung tikar. Kini harga batu bara di kisaran US$100 hingga US$101,8 per metrik ton.

Dengan membaiknya harga batu bara, permintaan pasar mobil pikap kabin ganda 4x4 akan bergerak naik di angka 20%-25%. D-Max bisa diterima dengan baik karena memiliki ketangguhan dan daya tahan yang lama.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan mobil pikap 4x4 mencapai 8.336 unit atau naik 15% dari periode yang sama tahun lalu 7.197 unit.

Penjualan D-Max sepanjang semester pertama 2018 mencapai 232 unit atau melejit 21% dari tahun lalu 192 unit. “Jika dilihat dari growth yang lebih tinggi dari pasar itu, jelas sekali D-Max bisa diterima dengan baik oleh konsumen,” ujar Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Head Office Rahmat Samulo.

Ia menjelaskan, konsumen terbesar D-Max adalah korporat yang bergerak di industri tambang dan perkebunan. Saat ini, 59,1% pasar potensial D-Max ada di lima area, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan sisanya di DKI Jakarta. Area itu adalah daerah penghasil komoditas tambang dan perkebunan sawit.

Spesifikasi D-Max cocok untuk berbagai kondisi medan, bahkan kondisi jalan yang sangat buruk. Sistem penggerak 4-roda D-Max sangat mumpuni jika melewati jalan berlumpur dan kondisi ekstrem. Makanya, di daerah pertambangan dan perkebunan, D-Max laku keras.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, penjualan mobil ini melonjak hingga 2.000%. Berdasarkan data registrasi kepolisian (polreg), sepanjang semester pertama 2017, dari total penjualan PU double cabin 4x4 di Samarinda sebanyak 710 unit, D-Max saat itu hanya terjual 2 unit dengan pangsa pasar 0,28%.

Pada semester pertama 2018, penjualan D-Max meroket. Kenaikan penjualannya sekitar 2.000% menjadi 42 unit atau meraih pangsa pasar 4,26%. Sejak awal tahun ini, harga batubara memang naik signifikan.

“Isuzu bisa lebih diterima pelaku industri apalagi memiliki keunggulan melalui sistem diagnosa Isuzu Diagnostic Service System (IDSS). Sehingga, pelaku usaha bisa menekan penggunaan BBM,” kata Samulo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Isuzu D-MAX

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top