GIIAS 2018: Penjualan Isuzu D-MAX Naik 21%

Penjualan ritel D-Max, mobil pick up (PU) 4x4 milik Isuzu melonjak secara signifikan hingga 21% seiring membaiknya harga komoditas tambang dan perkebunan di Indonesia.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 09 Agustus 2018  |  10:30 WIB
GIIAS 2018: Penjualan Isuzu D-MAX Naik 21%
Isuzu D-Max. - Bisnis.com/Ilham Budiman

Bisnis.com, TANGERANG - Penjualan ritel D-Max, mobil pick up (PU) 4x4 milik Isuzu melonjak secara signifikan hingga 21% seiring membaiknya harga komoditas tambang dan perkebunan di Indonesia.

Lonjakan penjualan Isuzu D-Max itu lebih tinggi dari peningkatan penjualan mobil segmen PU 4x4 secara nasional. Penjualan Izusu D-Max sepanjang semester I/2018 mencapai 232 unit atau naik 21% dari tahun lalu yang sebesar 192 unit.

Berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) sepanjang semester I/2018, penjualan mobil PU 4x4 mencapai 8.336 unit atau naik 15% dari periode yang sama tahun lalu.

“Jika dilihat dari growth yang lebih tinggi dari pasar itu, jelas sekali D-Max bisa diterima dengan baik oleh konsumen,” kata CEO PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation, Rahmat Samulo,dalam keterangannya, Rabu (8/8).

Menurutnya, konsumen terbesar D-Max adalah korporat yang bergerak di industri tambang dan perkebunan dengan 59,1% pasar potensialnya ada di lima area yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan sisanya DKI.

Di sisi lain. meningkatnya penjualan D-Max juga karena spesifikasinya yang memiliki keunggulan ketimbang merek-merek lain.

D-Max diperkuat mesin commonrail 4JK1-TC HI dengan 2.500 cc. Mesin ini dilengkapi pompa injeksi bahan bakar dengan kontrol elektronik dan dibalut intercooled turbo chargerand VGS (variable Geometry Systems).

Mobil ini diklaim tangguh di medan ekstrem karena didukung torsi maksimal 32,6 kgm dan RPM 1.800-2.800, serta power maksimal 138 PS/3.400 RPM.

Dengan mesin commonrail, filter BBM dibuat ganda, sehingga residu solar tersaring dua kali. Oleh karena itu, mobil ini cocok dipakai di pertambangan, yang mampu mengakomodasi solar tambang.

Kendaraan ini juga memiliki fitur keselamatan anti-lock braking system (ABS) yang dikombinasikan bersama electronic brake distribution (EBA) dan brake assist (BA).

Layaknya mobil berpenggerak 4x4, keduanya memiliki transfer case model putar. Menariknya, transisi dari penggerak roda belakang ke 4x4, bisa dilakukan ketika kendaraan melaju.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
isuzu, GIIAS 2018

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top