Penjualan D-Max Turun, Ini Penjelasan Isuzu

Kendaraan kabin ganda (double cabin) nasional tumbuh positif, tetapi penjualan Isuzu D-Max sedikit melambat karena turunnya permintaan dari pemerintah.
Thomas Mola | 19 Oktober 2018 03:00 WIB
Isuzu D-Max. - Bisnis.com/Ilham Budiman

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan kendaraan kabin ganda andalan Isuzu, D-Max mengalami kontraksi pada kuartal III/2018. Turunnya permintaan dari sektor pemerintahan membuat kendaraan kabin ganda Isuzu sedikit menurun.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Jap Ernando Demily mengatakan, pasar kendaraan kabin ganda (double cabin) nasional tumbuh positif, tetapi penjualan Isuzu D-Max sedikit melambat karena turunnya permintaan dari pemerintah.

“Permintaan dari pemerintah mengalami penurunan karena tergantung pada belanja pemerintah. Permintaan dari sektor swasta khususnya konsumen fleet sektor pertambangan bertumbuh walau tidak sebesar kompetitor lainnya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/10/2018).

Ernando menjelaskan, penjualan kendaraan kabin ganda tumbuh khususnya di Kalimantan seperti Balikpapan, Samarinda dan Pekanbaru di Sumatra. Hal itu terjadi karena meningkatnya aktivitas tambang batu bara sehingga mendorong kebutuhan kendaraan kabin ganda.

Market tumbuh terutama dari pertambangan karena harga komoditas. Kebanyakan di tambang yang pemakaiannya di Kalimantan, kota seperti Balikpapan, Samarinda dan Pekanbaru di Sumatra,” tambahnya.

Adapun, secara nasional pengiriman kendaraan ke dealer (wholesales) kendaraan kabin ganda hingga September 2018 tercatat sebanyak 12.142 unit, tumbuh 19,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah itu, penjualan Isuzu D-Maz tercatat sebanyak 362 unit, turun 55,58% jika dibandingkan dengan wholesales D-Max pada periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 815 unit.

Tag : Isuzu D-MAX
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top