Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JAC, VW, SEAT Bersepakat Bangun Pusat R&D di China

JAC (Anhui Jianghuai Automobile Co., Ltd.) dan Volkswagen China bersepakat untuk membentuk pusat riset dan pengembangan (R&D) untuk pengembangan kendaraan energi baru dan pengendaraan cerdas. SEAT, merek otomotif Spanyol, juga akan bergabung dalam kolaborasi ini.
Penandatangan naskah kesepahaman kerja sama JAC, VW, dan SEAT. /JAC
Penandatangan naskah kesepahaman kerja sama JAC, VW, dan SEAT. /JAC

Bisnis.com, BERLIN - JAC (Anhui Jianghuai Automobile Co., Ltd.) dan Volkswagen China bersepakat untuk membentuk pusat riset dan pengembangan (R&D) untuk pengembangan kendaraan energi baru dan pengendaraan cerdas. SEAT, merek otomotif Spanyol, juga akan bergabung dalam kolaborasi ini.

Kesepakatan ketiga perusahaan tersebut ditandatangani di sela-sela kunjungan Perdana Menteri China Li keqiang ke Jerman, Senin (Senin (9/7/2018). Selain Perdana Menteri China Li keqiang, penandatanganan kerja sama di Berlin tersebut juga disaksikan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin.

Berdasarkan nota kesepahaman, JAC Group, Volkswagen Group (China) dan SEAT akan bersama-sama membangun pusat R & D untuk mengembangkan kendaraan energi baru, jaringan mobil, pengendaraan otonom, suku cadang dan teknologi inti, untuk memenuhi kebutuhan pasar China.

Pusat R&D baru akan didirikan pada 2021. SEAT S.A. akan bergabung dalam perusahaan patungan JAC dan VW.

Merek SEAT akan diperkenalkan ke pasar China pada 2020/2021. Selain itu, berdasarkan teknologi masing-masing pihak, perusahaan patungan JAC dan VW akan mengembangkan platform kendaraan listrik murni yang kompetitif. Platform baru ini akan menyediakan lebih banyak produk untuk pelanggan China dan pasar global.

An Jin, Ketua Dewan JAC Group menyatakan bahwa kerja sama baru tersebut akan semakin memperkuat JAC di bidang kendaraan energi baru, dan kendaraan berteknologi cerdas.

"Kerjasama antara JAC dan VW adalah tonggak di bidang kendaraan energi baru, dan penting bagi penguatan JAC dan transformasi industri. Kami akan mematuhi prinsip saling melengkapi keunggulan dan pengembangan bersama untuk membuat lebih banyak pelanggan China menikmati pengalaman kendaraan ramah lingkungan," ujarnya dalam keterangan pers JAC, Senin (9/7/2018).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler