Terdampak Mogok, Scania Tak Dapat Penuhi 2.000 Truk Bermesin V8

Pemogokan yang berlangsung di salah satu pemasok komponen mesin beroda utamanya membuat Scania tidak dapat memenuhi pengirimannya ke pelanggan lebih dari 2.000 truk yang dipesan dengan mesin V8. Penjualan baru mesin V8 industri dan kelautan juga terpengaruh.
Fatkhul Maskur | 09 Juli 2018 02:20 WIB
Scania V8. - Scania

Bisnis.com, SODELTARJE - Pemogokan yang berlangsung di salah satu pemasok komponen mesin beroda utamanya membuat Scania tidak dapat memenuhi pengirimannya ke pelanggan lebih dari 2.000 truk yang dipesan dengan mesin V8. Penjualan baru mesin V8 industri dan kelautan juga terpengaruh.

“Saya sangat menyesal bahwa saat ini kami tidak dapat menawarkan pelanggan mesin Scania V8, yang merupakan patokan industri dan bagian dari DNA perusahaan kami," kata Christian Levin, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bagian Penjualan dan Pemasaran, dalam keterangan persnya, Senin (5/7/2018).

Organisasi penjualan Scania sekarang berfokus pada kemampuan untuk menawarkan alternatif mesin 13 liter atau solusi lain untuk memastikan bahwa pelanggan yang terpengaruh dapat memenuhi komitmen kepada pelanggan mereka.

"Ini hanya tentang memastikan bahwa kami melakukan segala upaya untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan kami, ” ujarnya.

Pemogokan saat ini telah berlangsung sejak 14 Juni. Scania juga awal tahun ini mengalami gangguan dalam pengiriman dari pemasok khusus ini.

“Kami memiliki sejarah lebih dari 20 tahun kemitraan dengan pemasok ini. Kami melakukan yang terbaik untuk mengamankan dan mengoptimalkan rantai pasokan kami untuk menghindari ketidaknyamanan lebih lanjut kepada pelanggan kami,” kata Anders Williamsson, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bagian Pembelian.

Truk Scania V8 dibuat untuk pengemudi dan operator yang menuntut kecepatan rata-rata tinggi, mempertahankan nilai dan daya. Generasi baru V8 menawarkan semua kualitas ini, dan meningkatkan keuntungan pemilik.

Tag : Scania AB, Bus Scania
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top