IAMI Setop Ekspor Isuzu Panther CKD ke Filipina, Ini Penyebabnya

PT Isuzu Astra Motor Indonesia belum berencana melakukan ekspor kembali model Pather secara terurai lengkap (completely knock down) ke Filipina, setelah menghentikan pengapalan sejak September 2017.
Yudi Supriyanto | 03 Juli 2018 21:45 WIB
Isuzu Panther yang diklasifikasikan sebagai Asia Utility vehicle dikembangkan sebagai mobil tangguh untuk memenuhi kondisi lokal, seperti cuaca, jalan dan budaya keluarga. - Isuzu

Bisnis.com, JAKARTA — PT Isuzu Astra Motor Indonesia belum berencana melakukan ekspor kembali model Pather secara terurai lengkap (completely knock down) ke Filipina, setelah menghentikan pengapalan sejak September 2017.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengungkapkan bahwa perusahaan belum melakukan pengapalan Panther lantaran belum siap dengan regulasi pemerintah Filipina yang mulai menerapkan standar Euro 4 pada tahun ini.

“Ekspor CKD kami adalah Panther ke Filipina. Mulai tahun ini, Filipina mengimplementasikan Euro 4. Sedangkan Panther belum siap,” kata Ernando kepada Bisnis, pada Selasa (3/7/2018).

Dia menambahkan, pihaknya belum memiliki strategi tertentu atau pengalihan pasar ekspor kendaraan bermotor mobil Panther secara terurai dengan kondisi tersebut.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total pengapalan kendaraan Isuzu secara terurai atau completely knock down (CKD) pada tahun lalu mencapai 3.600 unit.

Namun, pengapalan itu tercatat hingga hanya sampai Agustus 2017. Sejak September 2017 hingga Mei 2018, tidak terdapat ekspor kendaraan bermotor mobil Isuzu ke Filipina.

Isuzu juga tercatat tidak melakukan ekspor suku cadang atau onderdil mobilnya ke Filipina.

KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top