Scania, E.ON, H&M, Siemens Berkoalisi Percepat Penurunan Emisi Karbon Truk Berat

Empat perusahaan, yakni Scania, H&M Group, E.ON Sweden, dan Siemens Nordics, berkoalisi untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan komersial berat untuk mencapai target Perjanjian Paris. Koalisi tersebut juga mengajak pihak lain untuk turut serta bergabung.
Yudi Supriyanto | 30 Mei 2018 07:38 WIB
Diperlukan pendekatan sistem, dan koalisi perusahaan membentuk fondasi yang kuat. - Scania

Bisnis.com, JAKARTA - Scania, H&M Group, E.ON Sweden, dan Siemens Nordics, berkoalisi untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan komersial berat untuk mencapai target Perjanjian Paris. Koalisi tersebut juga mengajak pihak lain untuk turut serta bergabung.

Henrik Henriksson, Presiden dan CEO Scania, mengungkapkan bahwa perubahan penggunaan kendaraan komersial berat yang berkelanjutan di sektor transportasi semakin cepat dan pasar menanggapinya. Namun, masih banyak hal yang perlu dilakukan guna mengurangi dampak emisi gas rumah kaca.

"Tidak ada yang bisa melakukan ini sendirian, tetapi melalui kerja sama kita bisa berhasil. Itulah dasar yang kami perjuangkan dengan koalisi ini adalah langkah penting yang menunjukkan bagaimana kami akan mendorong perubahan,” kata Henriksson Seperti dikutip dalam siaran pers Scania, Rabu (23/5/2018).

Dia menjelaskan, tujuan koalisi adalah mencapai target kendaraan komersial tanpa bahan bakar fosil pada 2050 sesuai The Pathways Study.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa transportasi komersial bebas fosil dalam jangka waktu target Perjanjian Paris sangat dimungkinkan. Namun, untuk sampai ke sana, dunia industri dan politik harus bersatu memulai perubahan segera dan memastikan tindakan nyata.

Oleh karena itu pelaku industri bergabung sebagai satu suara untuk memengaruhi opini publik dan kebijakan dengan tujuan membangun lingkungan yang lebih baik untuk perubahan yang saling menguntungkan di sektor transportasi.

Diperlukan pendekatan sistem, dan koalisi perusahaan membentuk fondasi yang kuat dengan perwakilan dari penyediaan infrastruktur, solusi energi dan pasokan, manufaktur kendaraan serta ritel dengan perspektif pembeli transportasi.

Perusahaan yang tergabung dalam koalisi akan terus membangun pengetahuan, dan mengidentifikasi seberapa besar dampak inovasi dan kemitraan dalam operasi dan masing-masing ekosistem mereka.

Ulf Troedsson, Presiden dan CEO Siemens Nordics, menuturkan bahwa membentuk koalisi merupakan bantu loncatan dalam megurangi emisi gas rumah kaca pada kendaraan komersial berat sektor transportasi.

"Namun, sekarang sudah jelas bahwa infrastruktur untuk elektrifikasi kendaraan berat adalah bagian penting dari perjalanan ini. Oleh karena itu, sangat cocok bagi Siemens untuk bergabung dengan kelompok perusahaan yang mau mempengaruhi dan berkomitmen untuk mewujudkan hal ini,” kata Troedsson.

Marc Hoffmann, CEO E.ON Sweden, menyakini bahwa energi hijau akan menggerakkan sistem transportasi masa depan, yang mana transformasi dari sektor transportasi komersial berat berdampak pada ekosistem pemain sepenuhnya.

"Ketika kita melihat agenda jangka panjang, kita sejajar, tetapi sekarang kita perlu bergabung untuk mengatalisasi perubahan. Ini hanya langkah pertama dalam kolaborasi yang sangat menarik,” katanya.

Anna Gedda, Kepala Keberlanjutan H&M, mengatakan bahwa iklim adalah salah satu prioritas paling penting bagi perusahaan mana pun saat ini dan pihaknya telah menetapkan ambisi yang tinggi atas iklim pada 2040.

"Tetapi hanya ketika kami bergabung dengan pemain-pemain kunci lainnya dalam industri ini sehingga kami dapat mencapai tujuan yang ambisius. Bergabung dengan koalisi ini akan memberi kita posisi unik untuk menerapkan solusi cerdas, efisien dan berkelanjutan untuk transportasi dan logistik kami,” kata Anna.

Tag : Scania AB, Emisi Karbon
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top