Sebelum Mudik, Jangan Lupa Cek Busi Mobil. Ini Tipsnya

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik Lebara, kesiapan dan keandalan kendaraan roda empat (mobil) mutlak menjadi perhatian para pengendara.Salah satu komponen penting dari mobil yang perlu mendapat perhatian adalah busi.
Yusran Yunus | 21 Mei 2018 17:40 WIB
Pengendara yang pulang mudik memadati ruas jalan tol Cipularang di KM 100 Purwakarta, Jawa Barat, pada musim mudik tahun lalu. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak lama lagi musim pulang kampung alias mudik untuk merayakan hari kebahagiaan, Lebaran Idulfitri 2019, akan segera tiba.

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik Lebaran tersebut, kesiapan dan keandalan kendaraan roda empat (mobil) mutlak menjadi perhatian para pengendara.Salah satu komponen penting dari mobil yang perlu mendapat perhatian adalah busi.

Technical Support PT.NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, memberikan bekal kepada pemudik tentang bagaimana cara melakukan perawatan busi. Berikut ini uraiannya:

  • Perhatikan gejala busi yang sudah mengalami keausan pada elektrodanya                                                                                    

Komponen busi bisa dijadikan sebagai indikator utama suatu mobil dalam memberikan informasi kepada pengguna. Merawat busi tidak perlu menunggu sampai mati karena sebelum busi mati banyak gejala yang dapat kita rasakan pada saat kita berkendara. Diantara gejala yang paling mudah adalah susah start.

Apabila mobil kita susah melakukan start pada kondisi mesin sudah panas maupun dingin maka tidak ada salahnya kita perhatikan kondisi busi mobil yang akan kita gunakan untuk mudik.

  • Cek tingkat kerusakan busi


Elektroda busi adalah suatu bagian yang akan cepat terkikis dan mengalami ke ausan pada permukaannya dikarenakan bagian tersebut tempat terjadinya api pada ruang bakar. Apabila elektroda sudah mengalami keausan maka busi perlu diganti.

  • Bersihkan busi apabila kondisi elektroda masih bagus


Bentuk yang masih kotak tanpa ada bulatan adalah tanda bahwa elektroda busi belum mengalami keasuan. Biasanya aliran listrik masih sangat baik dan penumpukan karbon tidak terlalu banyak.

Apabila elektroda sudah mengalami pengendapan karbon atau kotoran, cukup membersihkan elektrodanya dengan cara menyemprot bagian elektroda dengan cairan yang bersifat Non-Metal seperti brake cleaner.

Tidak perlu melakukan amplas dan hindari cairan yang bersifat abrasif terhadap karat, karena cairan tersebut akan mengikis permukaan plating ataupun elektroda busi. Cara ini sangat membantu pemudik apabila mobil mengalami mogok atau susah start.

Agar perjalanan mudik aman dan nyaman sangat dianjurkan busi diganti terlebih dahulu setelah dilakukan service rutin.
Sesuaikan dengan kilometer penggantian busi 15.000 sampai dengan 20.000 adalah jarak ideal untuk mengganti busi agar mudik lebih aman dan nyaman.



Jika anggaran service berlebih, ada baiknya mencoba penggantian busi standar menjadi Platinum Gpower ataupun Iridium IX yang memiliki fitur anti kerak dan memiliki durabilitas penggantian busi yang lebih baik dari tipe standar nikel.

"Jangan tunggu sampai mobil kita tidak bisa start apalagi mogok di jalan pada saat mudik hanya dikarenakan busi kita yang terlewat dalam perawatan rutin kita sebelum mudik," ujarnya.

Tag : komponen kendaraan, NGK Busi Indonesia
Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top