Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Coba Operasi di Bandara Soetta, MAB Akan Ajukan Surat Laik Jalan Bus Listrik

PT Mobil Anak Bangsa akan mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan pada Senin untuk mendapatkan rekomendasi laik jalan terkait uji coba pengoperasian kendaraan bus listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 04 Maret 2018  |  21:00 WIB
Presiden Direktur Mobil Anak Bangsa (MAB) Leonard (kiri), dan Direktur Teknik MAB Bambang Tri Sasongko di depan bus listrik MAB di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2018 di JCC, Sabtu (3/3/2018).  - repro
Presiden Direktur Mobil Anak Bangsa (MAB) Leonard (kiri), dan Direktur Teknik MAB Bambang Tri Sasongko di depan bus listrik MAB di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2018 di JCC, Sabtu (3/3/2018). - repro

Bisnis.com, JAKARTA—PT Mobil Anak Bangsa akan mengajukan surat keterangan laik jalan untuk bus listrinya kepada Kementerian Pehubungan, terkait dengan rencana uji coba pengoperasian kendaraan tersebut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Presiden Direktur PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Mayjen (Purn) Leonard mengatakan, pihaknya akan berusaha secepat mungkin agar uji coba pengoperasian kendaraan bus listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat terealisasi.

Perusahaan telah melakukan tanda tangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II. “Kami ajukan segera, setelah pameran, Senin,” kata Leonard kepada Bisnis, Minggu (4/3/2018).

Dia menambahkan, pihaknya telah memiliki dua kendaraan bus listrik yang siap diuji oleh Kementerian Perhubungan.

Perusahaan, lanjutnya, menjalin kesepakatan dengan PT Angkasa Pura II terkait pengoperasian kendaraan bus listrik di sisi udara dan darat Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan kerja sama yang terjalin merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung karya anak bangsa.

Tidak hanya itu, kerja sama tersebut juga menjadikan perusahaan sebagai BUMN pertama yang menggunakan kendaraan karya anak bangsa.

“Melalui kerja sama ini, AP II resmi menjadi BUMN pertama di Indonesia yang akan menggunakan kendaraan karya anak bangsa yang inovatif di mana hal ini selaras dengan semangat dan komitmen korporasi untuk selalu mendukung karya anak bangsa,” katanya dalam siaran pers.

Dalam siaran pers AP II, bus listrik karya PT MAB tersebut memiliki kapasitas 60 orang per unit dan mampu melaju hingga 300km/jam dengan interval pengisian daya listrik hanya dalam waktu 3 jam.

Dengan penggunaan bahan bakar berupa tenaga listrik murni (non-fossil fuel), moda transportasi tersebut merupakan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Dia menuturkan, isu lingkungan merupakan salah satu perhatian korporasi di mana Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 2014 telah mendapatkan Airport Carbon Accreditation pada level awal yaitu Mapping oleh Airport Council International (ACI).

Level Mapping merupakan pemetaan jejak karbon untuk mengetahui seberapa banyak emisi karbon yang ada di suatu bandara.

Akreditasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat ditingkatkan ke level berikutnya yaitu adalah Reduction kemudian ke level Optimization dan level yang tertinggi yaitu Neutrality.

Berdasarkan data korporasi pada 2014, jumlah volume emisi karbon yang ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak 137.145 ton yang berasal  dari konsumsi listrik, BBM, gas, & aktivitas yang tidak dapat dikendalikan oleh bandara.

“Pengoperasian bus listrik tersebut di Soekarno-Hatta merupakan strategi dan langkah tepat dalam mereduksi emisi karbon khususnya yang berasal dari BBM dan penerapan konsep green airport serta sustainable environment seperti bandara-bandara kelas dunia lainnya”, tambah Awaluddin.

Dia menuturkan, pihaknya berharap Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat meraih Airport Carbon Accreditation dari ACI pada level selanjutnya menjadi Reduction dengan dioperasikannya kendaraan bus listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gaikindo Indonesia International Auto Show Giicomvec 2018
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top