Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kijang Buaya Melintasi Tiga Negara

Dimulai dari niat Deni Agus Himawan, Ketua Pelaksana Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) yang ingin go international. Akhirnya generasi Toyota Kijang pertama, atau lebih dikenal dengan sebutan Kijang Buaya melaju ke tiga negara.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 06 September 2017  |  10:46 WIB
Kijang Buaya milik Deni Agus Himawan yang digunakan berkendara melintasi tiga negara - Bisnis.com - Muhammad Khadafi
Kijang Buaya milik Deni Agus Himawan yang digunakan berkendara melintasi tiga negara - Bisnis.com - Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA -- Dimulai dari niat Deni Agus Himawan, Ketua Pelaksana Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), yang ingin go international. Akhirnya generasi Toyota Kijang pertama, atau lebih dikenal dengan sebutan Kijang Buaya melaju ke tiga negara.

Deni tidak sendiri. Dia berangkat bersama anggota TKCI lain dan Veloz Community. Kegiatan ini didukung oleh PT Toyota Astra Motor (TAM).

Perjalanan dimulai dari Pontianak, Kalimantan Barat menuju Malaysia, melewati Serian, Kuching, Sebu, Bintulu, Miri, Kuala Belait, dan berakhir di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pada titik akhir, mereka merayakan ulang tahun Indonesia yang ke-72.

“Ada rasa haru juga merayakan 17 Agustus di negara orang naik Kijang Buaya,” kata Deni usai acara penyambutan yang dilakukan TAM di Auto 2000 Kelapa Gading, Jakarta, kemarin (5/9/2017).

Deni menjelaskan rombongan yang ikut perjalanan kemerdekaan ini ada 45 orang menggunakan 11 mobil Toyota. Sebanyak 4 unit adalah Avanza Veloz dan 7 unit sisanya adalah Kijang dari generasi pertama hingga terakhir.

Kijang Buaya yang ia kendarai berusia lebih dari 30 tahun. Dia adalah pemilik kedua dari mobil ini. “Saya tidak ingat persis kapan belinya, sudah puluhan tahun lalu,” ujar Deni yang masih tampak lelah setelah melakukan perjalanan 12 hari pada Agustus lalu.

Meskipun terdengar gila mengajak mobil tua berkeliling tiga negara, tetapi Deni mengaku tidak ada kendala mempersiapkan mobil miliknya. Bahkan menurutnya lebih sulit mengurus birokrasi perizinan melintas antara negara. Bisa jadi ini karena dia terbilang apik merawat Kijang generasi pertama ini.

“Sebelum berangkat hanya servis rutin biasa, ganti oli. Paling periksa kaki-kaki juga,” katanya.

Namun mengendarai mobil tua sejauh 3.000 Km bukan tanpa kendala. Lampu depan si Buaya sempat mati pada malam hari saat perjalanan menuju Brunei Darussalam dari Malaysia.

Sekitar 600 Km dia harus berkendara dengan bantuan penerangan dari mobil lain. Deni menceritakan ada satu mobil di depan dan dua mobil yang mengawalnya di belakang, memastikan dia dan Buaya dapat melihat jalan.

“Saya tidak tahu kecepatan saat itu. Saya tanya ke Veloz [mobil pengawal] itu speedometer mereka 100—120 [Kmpj],” ceritanya.

Seluruh kejadian itu pun membuatnya semakin yakin akan ketangguhan mobil buatan dalam negeri. Ke depan dia berharap dapat membawa Kijang Buaya sampai ke negara asal Toyota, Jepang.

Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto juga hadir dalam acara penyambutan rombongan perjalanan kemerdekaan itu. Dia mengatakan siap mendukung seluruh kegiatan positif komunitas Toyota.

Acara seperti ini juga bermanfaat bagi perusahaan. Sebab selain menguatkan loyalitas konsumen, juga membuktikan kekuatan produk.

Kijang saat ini sudah berusia 40 tahun di Indonesia. TAM mengklaim model yang sudah terjual sebanyak 1,75 juta unit sejak pertama diluncurkan akan selalu menjadi legenda dan abadi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kijang Kijang Buaya
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top