Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perjalanan Si Kijang Naik Tahta

Bicara mobil keluarga di Indonesia beberapa dekade ke belakang, rasanya sulit jika tidak membicarakan Toyota Kijang. Akhir pekan lalu, Kijang genap berusia 40 tahun sejak pertama kali diperkenalkan pada 1977. Kini mobil ini sudah memasuki generasi keenam dan menjadi pilihan utama konsumen kendaraan serbaguna kelas ekonomi menengah ke atas dalam negeri.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 Juni 2017  |  04:00 WIB
Toyota Kijang Generasi II.  - wikipedia
Toyota Kijang Generasi II. - wikipedia

Bicara mobil keluarga di Indonesia beberapa dekade ke belakang, rasanya sulit jika tidak membicarakan Toyota Kijang. Akhir pekan lalu, Kijang genap berusia 40 tahun sejak pertama kali diperkenalkan pada 1977. Kini mobil ini sudah memasuki generasi keenam dan menjadi pilihan utama konsumen MPV (multi purpose vehicle) kelas ekonomi menengah ke atas dalam negeri.

Hal itu terlihat dari data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pangsa pasar mobil ini di kelas MPV, berdasarkan penjualan pabrik ke diler (wholesales) selalu di atas 50%. Bahkan pada 2015, Kijang yang saat ini memiliki nama belakang Innova menguasai 75% pangsa pasar MPV.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen pemegang merek (APM) Toyota di Indonesia mengatakan model ini akan selalu menjadi legenda dan abadi. Kehadiran berbagai model baru terbukti tidak pernah menyurutkan minat konsumen otomotif dalam negeri. Apabila diakumulasikan, sejak 40 tahun lalu, Kijang sudah terjual sebanyak 1,75 juta unit. “Dalam 5 tahun ke depan harusnya tembus 2 juta unit,” katanya.

Namun, bisa jadi banyak pengguna Kijang Innova tidak mengetahui bahwa generasi pertama Kijang adalah sebuah pikap yang diperuntukkan sebagai kendaraan niaga. Sama sekali tidak memiliki tampang untuk menjadi kendaraan multiguna bagi kalangan menengah ke atas dengan harga Rp300 juta hingga Rp435 juta.

Adapun kisah kelahiran Toyota Kijang tidak bisa dipisahkan dari dorongan pemerintah untuk mengembangkan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) di era 1970-an. KBNS diharapkan menjadi kendaraan serbaguna dengan harga yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemunculan nama binatang pada kendaraan niaga ini disebabkan oleh Filipina yang telah lebih dahulu menamai Tamaraw yang berarti kerbau. Maka kemudian, di Indonesia, dipilih nama Kijang untuk menggambarkan kelincahan.

Kijang generasi pertama atau dikenal dengan sebutan Kijang Buaya pun lahir dan memiliki umur produksi tiga tahun. Bentuknya sangat sederhana, pikap dengan desain model kotak dan kaku. Hal yang bisa jadi sampai sekarang masih diingat oleh pengguna Kijang generasi pertama adalah jendela yang hanya ditutup terpal atau plastik.

Meskipun hadir dalam bentuk pikap sederhana, Kijang saat itu kerap digunakan pemiliknya untuk mengantar keluarga. Fenomena ini kemudian ditangkap oleh sejumlah karoseri untuk membuat versi minibus. Dari sinilah cerita Kijang sebagai mobil keluarga dimulai.

Generasi kedua pun lahir pada September 1981 dan memiliki umur produksi 4 tahun. Model yang akrab dipanggil dengan sebutan Kijang Doyok ini memiliki kubikasi mesin lebih tinggi dan perakitan bodi yang lebih baik.

Tidak jelas asal muasal penamaan Kijang Doyok. Soerjo mengatakan bisa jadi lantaran bentuk yang kotak–kotak kerempeng diidentikkan dengan tokoh kartun Doyok di Pos Kota yang populer di masa itu.

Setelah Doyok, lahir Kijang Super pada 1986. Dari segi pemasaran Toyota memposisikan generasi ini berbeda dengan dua generasi sebelumnya. Generasi ketiga ini fokus dipasarkan sebagai kendaraan penumpang. Tak lagi ada model pikap dari genarasi ini. Rentang umur produksi pun berbeda, lebih panjang dibandingkan generasi sebelumnya, yakni selama 10 tahun.

Pada 1992 Toyota, melalui generasi ketiga, membuktikan Kijang layak menjadi kendaraan penumpang dengan menggunakan teknologi Toyota Original Body yang menjadikan Kijang sebagai minibus pertama dengan kualitas bodi bebas dempul setara sedan. Bagian eksterior juga semakin modern dan dinamis, karena ditunjang dengan perubahan interior seperti desain dashboard baru dan hadirnya AC double blower.

Generasi keempat mungkin yang paling melekat di kuping konsumen otomotif dalam negeri, karena masih beredar di pasar mobil bekas. Kijang Kapsul menjadi sejarah pertama mobil ini menghadirkan varian diesel dan transmisi otomatis. Tak heran generasi ini pun semakin menguatkan posisi Kijang sebagai mobil keluarga Indonesia.

Kini dengan nama belakang Innova Kijang telah menjelma menjadi MPV kelas menengah konsumen otomotif di kota-kota besar Indonesia. Tak hanya Indonesia, Innova juga telah menjelajah negara lain. Soerjo menyebut Kijang sebagai kendaraan multiguna dengan kualitas global, tetapi rasa lokal. ()

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kijang
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top