Mobil Listrik: Skema Insentif Peroleh Lampu Hijau

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah melaporkan peta jalan mobil listrik kepada Kepala Negara. Saat ini, bea masuk untuk kendaraan yang didatangkan dari negara Most Favored Nation (MFN) mencapai 50%.
Rio Sandy Pradana | 30 Agustus 2017 16:06 WIB
Airlangga Hartarto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo sudah memberikan lampu hijau soal insentif bea masuk komponen bagi produsen mobil listrik dalam negeri sebesar 5%.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah melaporkan peta jalan mobil listrik kepada Kepala Negara. Saat ini, bea masuk untuk kendaraan yang didatangkan dari negara Most Favored Nation (MFN) mencapai 50%.

"Kita mau turunkan MFN yang berproduksi di dalam negeri itu ke 5%," kata Airlangga usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/8/2017).

Dia menambahkan produsen yang tidak mempunyai komitmen membangun di dalam negeri, tentu tidak dapat fasilitas yang 5%. Insentif tersebut akan menjadi stimulus bagi industri otomotif.

Konsep membangun yang dimaksud, jelasnya, seperti tingkat komponen dalam negeri (TKDN), kendaraan beremisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV), hybrid, maupun jangka panjang dalam bentuk kendaraan listrik (electric vehicle).

Pihaknya mengakui komponen kendaraan listrik yang bisa dibuat di dalam negeri masih lebih sedikit dibandingkan kendaraan konvensional. Pemasok komponen dalam negeri harus segera menyesuaikan diri agar bisa memproduksi suku cadang mobil listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil listrik, otomotif, airlangga hartarto

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top