Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pembatasan Mobil Murah Dikhawatirkan Pangkas Produksi LCGC

Wacana Kementerian Perhubungan untuk membatasi peredaran mobil murah dikhawatirkan akan menekan volume produksi. Padahal, saat ini pemerintah tengah berupaya unntuk meningkatkan produksi dan penjualan kendaraan, salah satunya mobil murah ramah lingkungan alias low cost green car atau LCGC.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 25 Agustus 2017  |  14:49 WIB
Pembatasan Mobil Murah Dikhawatirkan Pangkas Produksi LCGC
Ilustrasi: Penjualan mobil LCGC di Indonesia. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana Kementerian Perhubungan untuk membatasi peredaran mobil murah dikhawatirkan akan menekan volume produksi. Padahal, saat ini pemerintah tengah berupaya unntuk meningkatkan produksi dan penjualan kendaraan, salah satunya mobil murah ramah lingkungan alias low cost green car atau LCGC.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menilai, pembatasan penjualan akan berdampak langsung pada industri yang telah menanamkan investasinya di dalam negeri.

Jika penjualan dibatasi, maka risiko terbesar yang akan muncul adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan otomotif. Menurutnya, pemerintah harus lebih bijak dalam menerbitkan kebijakan.

"Kalau menurut saya usulan itu langkah terakhir saja. Sebelum ditempuh perlu ada komunikasi untuk menemukan solusi terbaik. Memang kebijakan ini serba salah," katanya kepada Bisnis, Jumat (25/8/2017).

Kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana melakukan diskusi khusus dengan produsen mobil terkait pembatasan mobil-mobil murah di dalam negeri.

Budi mengatakan, kepemilikan kendaraan di Indonesia yang terlalu mudah termasuk yang akan didiskusikan dengan produsen mobil.

Saat ini, dia menjelaskan, pemerintah memiliki dua langkah yang perlu didorong dan menjadi keharusan untuk mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek.

Dua langkah tersebut yakni pengaturan waktu operasional kendaraan dan mempromosikan penggunaan kendaraan umum berskala besar.

Menurut Jongkie, perlu ada pertemuan secara intensif antara pemerintah dengan pelaku industri untuk menemukan solusi terbaik terkait hal ini.

"Kita justru akan menggenjot penjualan dan ekspor. Kalau langsung dibatasi risikonya cukup besar," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil murah lcgc
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top