Harga Ban Melonjak, Pengusaha Truk Ingin Naikkan Tarif

Pengusaha truk angkutan barang mulai mempertimbangkan kemungkinan menaikkan tarif angkutan.
Abdul Rahman | 25 April 2017 11:01 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-Pengusaha truk angkutan barang mulai mempertimbangkan kemungkinan menaikkan tarif angkutan.

Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah mengatakan, naiknya harga ban truk lokal (ban bias) menjadi alasannya.

"Harga ban truk lokal yang sejak awal April mulai merangkak naik secara signifikan mencapai angka 7% dirasakan sudah sangat mengganggu kinerja operasional truk," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/4/2017).

Kenaikan harga ban tersebut seiring semakin menghilangnya ban truk jenis radial ( kawat baja ) impor di pasaran.

Apalagi ditambah dengan perhitungan biaya per kilometer ban truk bias yang jauh lebih tinggi daripada ban truk radial.

Dengan nilai tebus sekitar Rp3 juta, ban truk bias yang berusia pakai sekitar 35.000 kilometer dianggap terlalu mahal.

Pengusaha truk lebih memilih menggunakan ban truk radial yang nilai tebusnya sekitar Rp3,3 juta tetapi usia pakainya bisa mencapai di atas 70.000 kilometer.

"Ban truk radial jarang panas dan tidak harus berulang kali istirahat untuk pendinginan saat perjalanan jauh," imbuhnya.

Tag : truk, industri ban
Editor : Saeno
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top