KASUS MESIN DIESEL: Karyawan Daimler AG Diduga Terlibat

Dugaan adanya penyelidikan karyawan tersebut berasal dari koran lokal Jerman, Die Zeit, yang melaporkan bahwa seorang karyawan Daimler bersaksi bahwa para petinggi Daimler AG menyatakan telah memanipulasi mesin diesel untuk lolos dalam uji emisi.
Yusran Yunus | 23 Maret 2017 16:41 WIB
Daimler Mercedes Benz - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus dugaan manipulasi mesin diesel yang menimpa grup perusahaan terbesar asal Jerman, Daimler AG, juga menjerat para karyawan perusahaan tersebut. Sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kini para karyawan tengah diinvestigasi oleh pihak jaksa Jerman terkait tuduhan tersebut.

Meski demikian, juru bicara manufaktur yang berbasis di Stuttgart tersebut, Joerg Howe, mengklaim bahwa pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

Dugaan adanya penyelidikan karyawan tersebut berasal dari koran lokal Jerman, Die Zeit, yang melaporkan bahwa seorang karyawan Daimler bersaksi bahwa para petinggi Daimler AG menyatakan telah memanipulasi mesin diesel untuk lolos dalam uji emisi.

Menanggapi artikel tersebut, pihak Daimler menyatakan bahwa sejumlah kendaraan produksinya telah diperiksa oleh badan otoritas kendaraan dan Kementerian Transportasi Jerman dan hasilnya terbukti tidak ada dugaan pelanggaran tersebut. Namun, juru bicara kejaksaan Stuttgart menolak berkomentar secara rinci.

Faktanya, saat ini para produsen otomotif memang tengah menjadi sorotan sejak terungkapnya kasus kecurangan yang dilakukan pihak Volkswagen AG pada September 2015 silam.

Para pihak otoritas di seluruh Eropa tengah memfokuskan perhatian pada potensi kemungkinan teknologi terpisah, yang dapat mematikan pengaturan sistem kontrol emisi pada temperatur tertentu guna membantu melindungi mesin dan memang banyak digunakan di seluruh industri otomotif, juga termasuk dalam pelanggaran hukum.

Sukarela Merecall

Pada April lalu, bisnis unit milik Daimler AG, Mercedes-Benz, telah sepakat secara sukarela untuk menarik kembali (recall) sejumlah kendaraan berbahan bakar diesel di Eropa untuk memperbaiki sistem pengaturan suhunya.

Aksi recall tersebut, tentu saja, diikuti oleh penyelidikan atas kemungkinan manipulasi emisi diesel oleh pihak otoritas transportasi Jerman. Meski demikian, pihak Mercedes-Benz membantah dugaan tersebut.

Sebelumnya, pada Desember, Daimler dan unit bisnisnya Mercedes-Benz USA LLC telah memenangi kasus perkara gugatan AS yang mengklaim bahwa pihaknya telah menyesatkan konsumen dalam membeli kendaraan diesel yang bersih dengan cara memanipulasi uji dampak lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daimler ag

Sumber : Bloomberg

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top